Breaking News:

Perburuan Ali Kalora Berakhir

Rentetan Kejahatan Ali Kalora Sebelum Tewas Ditembak Satgas Madago Raya, Bakar Rumah hingga Membunuh

Berakhir sudah perburuan Ali Kalora, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Ali Kalora tewas setelah baku tembak dengan Satgas Madago Raya.

Editor: Iksan Fauzi
Cover Youtube
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi 

SURYA.co.id | POSO - Berakhir sudah perburuan Ali Kalora alias , pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang dikenal kejam dan sadis.

Ali Kalora tewas setelah baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/9/2021) pukul 18.00 WITA. Ali Kalora tewas bersama anak buahnya, Jaka Rhamdan alias Ikrima alias Rama.

Dari kekejaman Ali Kalora, tak sedikit warga biasa, terutama para petani yang menjadi korbannya. Bahkan, di saat pandemi Covid-19, Ali Kalora masih memburu warga sipil.

Ali Kalora lahir pada 30 Mei 1981 di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.

Nama asli Ali Kalora adalah Ali Ahmad. Namun, ia lebih dikenal sebagai Ali Kalora. Nama Kalora disematkan merujuk pada desa tempat ia dilahirkan.

Satgas temukan senjata M16 di TKP

Lokasi baku tembak antara Ali Kalora Cs dengan Satgas berada di sekitar lokasi tewasnya anggota MIT Poso bernama Abu Alim di Buana Sari.

Di TKP, aparat menemukan barang bukti berupa satu pucuk senjata api (senpi) laras panjang jenis M16, satu bom tarik, 1 bom bakar dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Diketahui kelompok MIT Poso kerap beraksi di tiga wilayah, yakni Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong.

Aksi teror MIT Poso di awal-awal pandemi Covid-19 dimulai saat Ali Kalora Cs diduga sebagai pelaku pembunuhan seorang petani bernama Daeng Tapo, Rabu (8/4/2020).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved