Breaking News:

Berita Banyuwangi

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga dan Tumbangkan Pohon di Kecamatan Gambiran Banyuwangi

Puting beliung merusak puluhan rumah warga di Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (19/9/2021).

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Puting beliung merusak puluhan rumah warga di Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (19/9/2021). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Puting beliung merusak 36 rumah warga di dua RT, yakni RT 01 dan 02 Dusun Sumberrejo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (19/9/2021).

Beberapa pohon yang ada di halaman rumah warga juga turut tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengatakan, telah mengintruksikan anggota Koramil sekitar melakukan kerja bakti untuk membantu warga membersihkan puing-puing dan memperbaiki rumah yang rusak.

"Ada 50 anggota yang kami kerahkan untuk membantu warga," kata Eko Yuli, Senin (20/9/2021).

Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah juga meninjau lokasi. Wabup Sugirah didampingi Plt Camat Gambiran, Budhi Santoso, forum pimpinan komunikasi kecamatan dan kepala desa setempat.

Tiba di lokasi, Sugirah meninjau rumah yang rusak akibat bencana angin tersebut. Ada 36 rumah yang rusak. Rata-rata kerusakan terjadi pada bagian atap rumah.

"Warga yang terdampak ini tolong diperhatikan ya Pak Camat. Jangan lepas dari pantauan, baik perbaikan terhadap rumahnya yang rusak maupun bahan makanannya sehari-hari," kata Sugirah saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak.

Plt Camat Gambiran, Budhi Santoso menjelaskan, bahwa perbaikan rumah rusak dimulai sejak hari ini. Bantuan baik material maupun fisik terus berdatangan baik dari warga desa setempat, desa tetangga, maupun paguyuban keagamaan semua bergandeng tangan membantu warga terdampak.

“Kami bersama warga dan TNI Polri bekerja sama memperbaiki kerusakan beberapa rumah. Alhamdulillah sejauh ini perbaikan rumah-rumah yang rusak sudah mencapai 50 persen," ujarnya.

Salah seorang warga, Sutris (73) menceritakan saat musibah terjadi, dirinya tengah menunggui cucunya yang sakit.

"Saya waktu itu bingung, suara apa kok kencang sekali. Seperti suara pesawat yang jaraknya sangat dekat. Alhamdulillah saya dan cucu selamat," beber Sutris.

Bencana tersebut membuat atap rumah Sutris ambrol.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved