Breaking News:

Berita Surabaya

Panitia Seleksi CPNS di Surabaya Siapkan Tempat Khusus Bagi Peserta Bersuhu Badan Tinggi

Panitia seleksi CPNS di lingkungan Pemkot Surabaya menyiapkan tempat khusus bagi peserta bersuhu badan tinggi dan mengikuti tes secara terpisah

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Petugas sedang memeriksa kondisi ruang khusus bagi peserta bersuhu badan tinggi saat seleksi CPNS di Surabaya, Senin (20/9/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Panitia seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkot Surabaya menyiapkan tempat khusus bagi peserta bersuhu badan tinggi. Peserta tersebut akan mengikuti seleksi secara terpisah.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya, mensyaratkan sejumlah protokol kesehatan (Prokes) yang wajib dilakukan peserta sebelum melakukan seleksi. Misalnya, kewajiban untuk mengikuti vaksin, uji usap Covid-19 hingga pengecekan suhu badan.

"Yang ikut tes memang telah mengikuti vaksin, minimal telah mendapatkan dosis pertama. Lalu, juga swab antigen dan hasilnya harus negatif," kata Kepala BKD Kota Surabaya, Mia Shanti Dewi ditemui di tempat seleksi CPNS, di Gelora Pancasila, Senin (20/9/2021).

Seluruh dokumen vaksin, uji usap, kartu peserta dan kartu identitas diserahkan peserta sebelum masuk ruangan. Sebelum memasuki ruangan, peserta juga harus mencuci tangan, mengikuti pengukuran suhu tubuh dan menjaga jarak.

"Apabila suhu di atas 37,3 derajat, maka peserta diminta untuk beristirahat terlebih dahulu," katanya.

Namun, kalau masih saja tinggi, maka yang bersangkutan mengikuti uji usap. Apabila dari hasil uji usap masih menunjukkan positif, maka yang bersangkutan akan langsung dirujuk ke tempat isolasi.

"Sedangkan kalau negatif, bisa mengikuti tes di tempat terpisah. Kami sediakan ruang khusus dan petugas kesehatan," katanya.

BKD Surabaya telah menyiapkan 10 komputer lengkap dengan biliknya yang bisa digunakan oleh peserta dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) ini.

"Namun, di sesi pertama hari pertama, belum ditemukan peserta dengan suhu badan tinggi atau bahkan yang positif," katanya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pihaknya sempat menemukan beberapa peserta terindikasi positif.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved