Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Malaysia Dorong Perkembangan Dagang dengan Jatim lewat Misi Percepatan Ekspor secara Hybrid

Sekitar 13 perusahaan asal Malaysia akan hadir dalam Hybrid Export Acceleration Mission (EAM) 2021 digelar di Surabaya, mulai Senin (20/9/2021).

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya.co.id/sri handi lestari
Har Man Ahmad selaku Trade Commissioner Malaysia External Trade Development Corporation (Matrade) Jakarta bersama Utami Prasetiawati, Ketua Komite Pengembangan Daya Saing Industri Kadin Jatim, saat tampil di EAM Surabaya 2021 di Hotel Westin, Senin (20/9/2021). 

SURYA.co.id  SURABAYA - Sekitar 13 perusahaan asal Malaysia akan hadir dalam Hybrid Export Acceleration Mission (EAM) 2021 atau misi percepatan ekspor secara hybrid digelar di Surabaya, mulai Senin (20/9/2021).

Hal ini dilakukan untuk menghadapi masa transisi paska pandemi Covid-19. Dimana Kementerian Perindustrian Indonesia telah berupaya mendorong beberapa industri khususnya berbagai jenis produk yang sangat dibutuhkan masyarakat luas.

Seperti makanan dan minuman juga alat-alat kesehatan, agar menyiapkan diri untuk menyambut daya konsumsi masyarakat yang diprediksi dapat berkembang positif serta makin meningkat setelah pelaksanaan vaksin secara hampir menyeluruh.

Har Man Ahmad selaku Trade Commissioner Malaysia External Trade Development Corporation (Matrade) Jakarta, sebagai penyelenggara, mengatakan, 13 perusahaan dari berbagai sektor seperti makanan dan minuman, kosmetika, alat kesehatan dan bahan bangunan itu, memperkenalkan lebih jauh mengenai produk mereka.

"Malaysia pun siap berpartisipasi meningkatkan pertumbuhan tersebut di Indonesia," kata Har Man Ahmad, dalam pembukaan program HEAM on F&B, Lifestyle & Building Materials to Surabaya, Indonesia, tersebut.

Menurut Har Man Ahmad, sejalan dengan visi pemerintahan Malaysia, dan berharap kegiatan ini dapat menjadi satu titik permulaan yang berkesinambungan bagi meningkatkan perdagangan dua arah antara Malaysia dan Indonesia.

"Terutama di Jawa Timur sebagai fokus baru untuk Malaysia,” ujar Har Man Ahmad.

Diagendakan, EAM 2021 kali ini akan diawali dengan webinar dari instansi dan asosiasi terkait seperti Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Surabaya.

Kemudian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur, serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur.

Matrade akan memfasilitasi sesi mitra bisnis secarahybrid yang akan diadakan pada tanggal 21 September 2021, secara tatap muka di hotel The Westin Surabaya dan secara virtual pada tanggal 22 September 2022 melalui platform zoom.

“Gelaran ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan berbagai ragam produk Malaysia yang dapat melengkapi kebutuhan pertumbuhan industri di Indonesia,” papar Har Man Ahmad.

Sementara itu dihari pertama kegiatan di Surabaya, tampak hadir Utami Prasetiawati, Ketua Komite Pengembangan Daya Saing Industri Kadin Jatim.

Sementara itu Januari hingga Agustus 2021, dikutip dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, nilai ekspor Jatim mencapai USD14,59 miliar atau naik 15,32 persen dibandingkan periode sama tahun 2020.

Khusus ekspor non migas di kawasan ASEAN, nilainya sebesar USD 2,39 miliar atau sebesar 17,74 persen dari total ekspor Jatim pada periode tersebut.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin, menambahkan, Malaysia menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor nonmigas mencapai USD 1,00 miliar, dengan peranan sebesar 7,46 persen.

 Foto : Surya/Sri Handi Lestari 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved