Breaking News:

Berita Kota Mojokerto

Harus Tuntas Akhir 2021, Pemkot Mojokerto Tuntut Rekanan All-Out Kerjakan 18 Proyek Anti Banjir

pihaknya juga mewanti-wanti kontraktor pemenang tender untuk berkomitmen tidak ada proyek mangkrak dalam pengerjaan drainase .

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/mohammad romadoni
Pengerjaan peningkatan kapasitas jalan di Jalan Pekayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, KOTA MOJOKERTO - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto memastikan pengerjaan 18 paket pembangunan dan rehabilitasi drainase, bakal rampung tepat waktu.

Pengerjaan 18 paket pembangunan dan rehabilitasi drainase tersebut merupakan bagian dari proyek pengendalian banjir di Kota Mojokerto dengan total anggaran mencapai Rp 39 miliar.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPRPRKP, Kota Mojokerto, Afif Hasan mengatakan,  pembangunan dan rehabilitasi drainase tersebut tersebar di seluruh kelurahan dan progress realisasi pembangunan dan rehabilitasi drainase sudah selesai lelang.

"Target pengerjaan proyek paling lama 105 hari, ada yang 90 hari sehingga diperkirakan seluruhnya rampung pada Rabu 22 Desember 2021," ungkap Afif kepada SURYA, Senin (20/9/2021).

Afif menyebut pihaknya juga mewanti-wanti kontraktor pemenang tender untuk berkomitmen supaya tidak ada proyek mangkrak dalam pengerjaan drainase tersebut.

"Semoga kami tidak berharap terjadi itu lagi (proyek mangkrak, Red). Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong penyedia yang sudah berkontrak dengan kami, agar bekerja maksimal dan hasilnya bisa optimal," jelasnya.

Menurut Afif, dari 18 paket proyek tahun ini, ada dua paket yang terkendala sehingga dilakukan tender ulang dan kini dalam proses pengadaan. Pihaknya akan berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan tahap pengadaan dua paket proyek tertinggal itu dengan sisa waktu 75 hari.

"Kendala dari beberapa penawar itu gagal di teknis, kan tahapannya ada di kualifikasi, teknis, harga dan ada pembuktian kalau dua paket ini lebih ke teknis," ucap Afif.

Di sisi lain, pembangunan drainase jalan yang merupakan bagian dari peningkatan kapasitas jalan di Kota Mojokerto, kini juga masih dalam proses pengerjaan.

Kabid Bina Marga DPUPRPRKP Kota Mojokerto, Endah Supriyani menjelaskan bahwa progress peningkatan kapasitas jalan kini sudah dalam tahap realisasi. Ada empat pengerjaan peningkatan jalan yakni di Jalan Pekayon, Jalan Ketidur Surodinawan, Jalan Raya Blooto dan Jalan Kemasan.

"Sesuai surat perintah, mulai kerja per tanggal 6 september hingga 19 Desember 2021 dan anggaran dari SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun 2021 sekitar Rp 15.077.650.788,15," bebernya.

Endah menyebut bahwa peningkatan kapasitas jalan yang di dalamnya ada badan jalan termasuk drainase bangunan pelengkap jalan ini, memakai kontruksi U-Dich sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai trotoar.

"Pengerjaan awal yang kini sudah mulai dilakukan yakni di Jalan Pegayon dan Jalan Ketidur Surodinawan sedangkan dua proyek lain masih menunggu bahan konstruksi untuk pengerjaan," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved