Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

BKD Jatim Antisipasi Gangguan Jaringan Saat Pelaksanaan SKD dengan Gunakan Provider Ganda

Saat ini, panitia pelaksana SKD CPNS dan juga PPPK di lingkungan Pemprov Jatim telah menggunakan dua jaringan provider.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan juga PPPK. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan juga PPPK di lingkungan Pemprov Jatim telah berjalan selama sepekan. Guna mengantisipasi gangguan provider, kini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim melakukan antisipasi dengan menerapkan provider ganda.

Hal ini dilakukan karena pelaksanaan SKD tahun ini dilakukan sepenuhnya dengan sistem daring. Pasalnya, beberapa waktu lalu sempat terjadi kendala tepatnya pada hari kelima tes. Di mana pelaksanaan sesi pertama sempat ditunda tiga jam karena masalah jaringan.

Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni mengatakan, tantangan SKD tahun ini adalah full daring. Bedanya dengan pelaksanaan tes CPNS tahun sebelumnya, tes dilakukan menggunakan server di lokasi ujian sehingga tidak membutuhkan jaringan provider untuk internet. Sedangkan untuk tahun ini tidak demikian.

“Tahun ini kami memang pelaksanaan full online dari server pusat. Sehingga jika ada gangguan provider, pelaksanaannya jadi begitu. Sabtu kemarin itu sampai ditunda tiga jam," tutur Yuyun, sapaan akrabnya, Senin (20/9/2021).

Saat ini, dikatakan Yuyun, bahwa panitia pelaksana telah menggunakan dua jaringan provider untuk mendukung pelaksanaan tes. Selain menggunakan Telkomsel, juga penggunakan provider Indosat.

“Kami juga bekerja sama dengan Kominfo Jatim untuk penyiapan jaringannya. Bahkan sampai di dobel, supaya jika terjadi masalah dengan jaringan yang satu bisa di-backup,” tutur dia.

Kendati demikian, Yuyun memastikan, bahwa peserta tidak akan dirugikan jika terjadi persoalan dari aplikasi. Sebab, waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal tidak akan berkurang jika ada masalah.

Termasuk jika ada penundaan sesi, peserta tetap memdapatkan hak untuk mengerjakan soal sesuai waktu yang ditentukan.

“Semua lancar, bahkan dari Komisi A DPRD Jatim kemarin juga datang meninjau pelaksanaan tes mulai dari verifikasi administrasi, implementasi prokes sampai teknis pelaksanaan,” tutur dia.

Muhammad Faris Subiarto, salah satu peserta tes di Graha Unesa mengaku sempat mengalami kendala karena aplikasi yang digunakan mengerjakan soal tiba-tiba berhenti beberapa menit.

“Sempat dua kali berhenti. Tidak bisa melewati soal atau menyimpan jawaban soal. Yang masalah pertama harus log out dulu baru log in kembali. Yang kedua cukup di-refresh,” kata Faris.

Sebagaimana diketahui, total, ada sebanyak 25.663 peserta mengijuti SKD di Graha Unesa Surabaya dengan rincian 24.529 peserta tes CPNS dan 1.034 peserta tes PPPK non guru.

Sedangkan untuk peserta tes di luar provinsi sebanyak 4.350 orang dengan rincian 4.297 peserta CPNS dan 53 peserta tes PPPK non guru.

Dari luar negeri, pelamar CPNS Pemprov Jatim juga akan mengikuti tes SKD 6 orang. Rinciannya, 3 peserta di Riyadh, 1 peserta di Tokyo, 1 peserta di Kinibalu, dan 1 peserta di London.

Pelaksanaan SKD di Graha Unesa akan dilangsungkan selama 22 hari dengan menggunakan sistem tiga sesi dalam sehari.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved