Breaking News:

Berita Mojokerto

PAD Sektor Pariwisata Kabupaten Mojokerto Anjlok Rp 2 M Selama PPKM

Hampir tiga bulan lamanya pariwisata di Kabupaten Mojokerto lumpuh total akibat PPKM

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
mohammad romadoni/surya.co.id
Taman Kelinci di kawasan objek pariwisata Air Terjun Dlundung, Desa Ketapanrame, Trawas, Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Hampir tiga bulan lamanya pariwisata di Kabupaten Mojokerto lumpuh total akibat penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali atau perpanjangan PPKM Level dalam situasi Pandemi Covid-19.

Dampak perpanjangan PPKM Level yang tak kunjung berakhir ini selain dirasakan masyarakat terutama pelaku pariwisata, ternyata juga turut berpengaruh terhadap pendapatan Pemerintah Daerah.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo, mengakui pariwisata lumpuh tidak beroperasi hampir tiga bulan selama penerapan PPKM.

Dampaknya Pemkab Mojokerto berpotensi kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor pariwisata tersebut.

"Potensi kehilangan PAD di sektor pariwisata sekitar Rp 2 miliar," ungkapnya kepada Surya.co.id, Minggu (19/9/2021).

Amat Susilo mengatakan potensi kehilangan pendapatan itu bakal berpengaruh terhadap anjloknya target PAD disektor pariwisata tahun 2021. 

Adapun target PAD disektor pariwisata Tahun 2019 dan 2021 jumlahnya sama yaitu Rp.14,5 miliar.

"Target PAD pariwisata Tahun 2021 ini turun dari Rp.14,5 miliar menjadi Rp.6 miliar karena situasi Pandemi," bebernya.

Penurunan target PAD disektor pariwisata nantinya akan cantumkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (P-APBD) yang hingga pertengahan September 2021 belum diputuskan.

"Iya nanti di P-APBD direvisi menjadi Rp 6 miliar," ucap Amat Susilo.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved