Berita Kampus Surabaya

Karya 3 Dosen Unesa Raih Juara Kompetisi Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan Olahraga Kemonpora

Unesa, belakangan tiga dosen kampus ini merancang Smart Footwork Badminton Trainer dan mendapat apresiasi Kemenpora RI.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
foto: dok pribadi
Dosen Unesa Dr Moch Purnomo S Pd M Kes memperliharkan pengharagaan juara 2 kategori  inovasi produk bidang olahraga prestasi dalam Kompetisi Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Guna meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, pemerintah baru-baru ini meluncurkan Desain Besar Olahraga Nasional, sementara perguruan tinggi mendukungnya lewat penerapan Sport Science. 

Seperti dilakukan  Unesa, belakangan tiga dosen kampus ini merancang Smart Footwork Badminton Trainer dan mendapat apresiasi Kemenpora RI.

Smart Footwork Badminton Trainer adalah alat untuk mengukur kecepatan dan kelincahan perpindahan pemain badminton. 

Alat ini dilengkapi sistem monitoring untuk membaca kecepatan dan kelincahan pemain bulu tangkis berdasarkan pola pelatih yang dibantu dengan sensor lidar untuk mengetahui posisi pemain.

Inovasi tersebut lahir dari tangan Dr Moch Purnomo S Pd M Kes selaku Dosen Prodi Kepelatihan Olahraga Unesa.

Selain itu karya ini melibatkan Muhammad Syariffuddien Zuhri ST MT selaku Dosen Teknik Elektronika dan Wahyu Dwi Kurniawan S Pd M Pd selaku Dosen sekaligus Pakar Rekayasa MesinTeknologi Tepat Guna.

Purnomo mengatakan, Smart Footwork Badminton Trainer dilengkapi dengan sistem penentuan pola gerakan yang dilengkapi 9 titik gerakan pemain dan 9 unit lampu indikator untuk titik perintah arah gerakan. 

Penggunaan sistem wireless connection memudahkan monitoring dari laptop baik oleh pelatih maupun oleh atlet saat latihan mandiri.

Ia melanjutkan, inovasi itu memiliki beberapa manfaat bagi para atlet di antaranya dapat melakukan latihan mandiri untuk mengetahui perkembangan performa secara terukur.

Selain itu juga mampu menjaga kontinuitas latihan atlet untuk mencapai passing grade meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

Sedangkan untuk pelatih, dapat mengetahui perkembangan performa atlet secara terukur, memudahkan dalam strategi pola pelatihan, dan dapat digunakan untuk standar passing grade atlet, sehingga penyeleksian atlet bisa dilakukan secara adil.

“Selama ini, latihan badminton para atlet belum diukur secara periodik, sehingga perkembangan atlet sulit diketahui secara maksimal."

"Dengan inovasi ini semua gerakan dan perkembangan latihan bisa diukur dan diketahui,” tutur Purnomo kepada SURYA.co.id, Minggu (19/9/2021).

Program pembinaan dan latihan adalah kunci dalam meraih prestasi, katanya, ketika latihan jarang dimonitoring dan diukur secara periodik dan akurat, maka bisa berdampak pada perkembangan atlet itu sendiri baik dari sisi ketangkasan, kekuatan, maupun kecepatannya.

Smart Footwork Badminton Trainer mendapat sambutan dan apresiasi dari banyak pihak. 

Karya ini bahkan juara 2 kategori inovasi produk bidang olahraga prestasi dalam Kompetisi Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada 7-10 September 2021.

Sesuai arahan Presiden dan Menpora, dimana dari inovasi itu mereka bertiga akan terus berkontribusi dengan mendirikan komunitas Sport Science sebagai wadah kreasi dan inovasi bidang olahraga prestasi ke depannya. 

“Kami akan terus mengembangkan Sport Science berbasis artificial intellegent dan big data analytics,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved