Breaking News:

Tantangan Pincuk Tawon di Kota Batu

Harga Hemat Meski Pedasnya Tak Seketika Menyengat, Sekali Coba Malah Ingin Nambah Terus

“Pedasnya itu pas, ini pedas yang menantang. Maksudnya, rasa pedasnya membuat selera makan ingin terus,” akunya.

Penulis: Benni Indo | Editor: Deddy Humana
Harga Hemat Meski Pedasnya Tak Seketika Menyengat, Sekali Coba Malah Ingin Nambah Terus - pincuk-tawon-di-kota-batu1.jpg
surya/benni indo
Sajian menu pincuk Tawonan dari bahan sarang tawon plus nasi di Kota Batu.
Harga Hemat Meski Pedasnya Tak Seketika Menyengat, Sekali Coba Malah Ingin Nambah Terus - pincuk-tawon-di-kota-batu2.jpg
surya/benni indo
Sarang tawon yang menjadi bahan makanan pincuk Tawonan di Kota Batu.

Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu di dalam sarang. Pada tahap berikutnya, larva berganti menjadi pupa yang akan menjadi anak lebah.

Sensasi makan Pincuk Tawon bisa ditemukan ketika menggigit larva ataupun pupa lebah yang sudah dimasak. Seperti ada ledakan kecil ketika menggigitnya. Ada cairan yang keluar dari larva maupun pupa itu. Di situlah rasa nikmatnya bisa dirasakan.

Kuahnya yang berwarna merah terasa segar dan semakin nikmat saat dipadukan dengan nasi putih. Nasi Putih memang bisa menjadi sajian pelengkap saat menyantap Pincuk Tawon.

Namun Pincuk Tawon juga bisa dimakan tanpa nasi. Makanan ini bisa dinikmati saat hangat ataupun sudah dingin. Sesuai selera.

Ismail Hasan (37), seorang pengunjung yang datang ke Pondok Osing mengatakan, ia baru pertama kali ini mencicipi Pincuk Tawon. Sekali tahu rasanya, ia langsung meminta tambah porsi. “Rasanya enak, saya tambah dua kali,” katanya.

Ia mendeskripsikan enak yang dimaksud, yakni tidak terlalu pedas namun juga tidak terlalu asin. Ismail mengaku memang pantang makan makanan pedas, namun Pincuk Tawon yang ia rasakan kali ini cukup ideal meski ada cabai dan lombok merah di dalamnya.

“Pedasnya itu pas, ini pedas yang menantang. Maksudnya, rasa pedasnya membuat selera makan ingin terus,” akunya.

Ismail sempat heran dengan bentuk masakan yang baru ia lihat pertama kali itu. Namun ketika dicicipi, ia pun tidak sungkan mengatakan rasa Pincuk Tawon itu enak.

“Bisa diulangi untuk datang lagi ke warung ini. Apalagi setiap hari ada stok Pincuk Tawonnya,” ujarnya.

Harga yang dibanderol cukup murah. Untuk pemesanan satu pincuk, seharga Rp 7.000. Jika ditambah dengan nasi, ada penambahan Rp 3.000. Jadi, jika pesan satu Pincuk Tawon dengan nasi putih, harganya Rp 10.000. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved