Breaking News:

Tantangan Pincuk Tawon di Kota Batu

Harga Hemat Meski Pedasnya Tak Seketika Menyengat, Sekali Coba Malah Ingin Nambah Terus

“Pedasnya itu pas, ini pedas yang menantang. Maksudnya, rasa pedasnya membuat selera makan ingin terus,” akunya.

Penulis: Benni Indo | Editor: Deddy Humana
Harga Hemat Meski Pedasnya Tak Seketika Menyengat, Sekali Coba Malah Ingin Nambah Terus - pincuk-tawon-di-kota-batu1.jpg
surya/benni indo
Sajian menu pincuk Tawonan dari bahan sarang tawon plus nasi di Kota Batu.
Harga Hemat Meski Pedasnya Tak Seketika Menyengat, Sekali Coba Malah Ingin Nambah Terus - pincuk-tawon-di-kota-batu2.jpg
surya/benni indo
Sarang tawon yang menjadi bahan makanan pincuk Tawonan di Kota Batu.

SURYA.CO.ID, KOTA BATU – Semua yang dihasilkan lebah madu atau tawon ternyata bisa diolah jadi makanan, jadi tidak melulu berupa madu. Di Kota Batu, ada menu yang disebut Pincukan Tawon, yang termasuk makanan langka namun menggugah selera pecinta kuliner.

Meski namanya seram karena ada nama 'tawon' tetapi bukan berarti pedasnya Pincukan Tawon itu menyengat lidah seketika. Karena sebenarnya sajian makanan ini berbahan dasar sarang lebah madu, bukan tawon. Dicampur bumbu berbahan cabai, bawang merah, bawang putih dan belimbing wuluh, kepedasannya lebih kepada segar dan gurih.

Di Kota Batu, makanan itu hanya bisa ditemui di Warung Pondok Osing di Jalan Raya Dieng, sebelah kanan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu. Belum ada warung lain yang menjual Pincuk Tawon selain Pondok Osing.

Setiap hari, ada hingga 50 Pincuk Tawon yang siap disajikan kepada konsumen. Eko Putro Heri Kurniawan atau biasa dipanggil Wawan, pemilik warung mengatakan, di masa pandemi ini pesanan Pincuk Tawon meningkat. Terutama untuk pesanan antar.

Di dalam Pincuk Tawon, terdapat tiga hingga empat irisan sarang lebah madu yang berukuran sekitar 3x3 cm. Ada kuah segar berwarna merah, namun tidak terlalu banyak. Aromanya harum segar karena ada irisan belimbing wuluh di dalam campuran komposisi olahan Pincuk Tawon.

Wawan menerangkan, komposisi Pincuk Tawon adalah sarang lebah yang masih muda. Sarang lebah itu dibersihkan, hanya menyisakan larva dan pupa lebah. Setelah itu dipotong-potong yang ukurannya disesuaikan kebutuhan.

Campuran lainnya adalah bawang merah, belimbing wuluh, cabai besar, dan cabai kecil yang dipotong kecil-kecil. Empat bahan itu lalu dicampur dengan air hangat yang telah ditaburi garam secukupnya.

“Lalu dimasukan ke dalam daun, dipincuk. Jadi sebetulnya ini bukan bothok, lebih tepat disebut pincukan. Kalau bothok itu ada bahan kepalanya,” terang Wawan.

Pincuk Tawon tidak menggunakan gula. Alasannya, sarang lebah dipakai sudah terasa manis. Rasa manis itu berasal dari madu yang diproduksi lebah itu sendiri.

“Setelah dipincuk dengan daun pisang, lalu dikukus sekitar 30 menit. Setelah itu siap disajikan. Teksturnya berkuah, tidak pakai gula karena sarang lebah itu sendiri sudah manis dan gurih,” terangnya.

Terdapat empat tahapan metamorfosis lebah. Ketika telur menetas akan menjadi larva. Lebah pekerja akan memberi makan larva berupa nektar, serbuk sari serta madu.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved