Breaking News:

Berita Trenggalek

44 Desa Rawan Longsor, BPBD Trenggalek Mulai Lakukan Persiapan

BPBD Trenggalek telah memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor, menjelang musim penghujan akhir tahun ini.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: irwan sy
aflahul abidin/surya.co.id
Ilustrasi bencana tanah longsor di Trenggalek. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek telah memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor, menjelang musim penghujan akhir tahun ini.

Pemetaan itu dilakukan mengingat Trenggalek mulai sering diguyur hujan.

Meski baru bersifat lokal, hujan yang terjadi sudah menimbulkan dampak tanah longsor di beberapa tempat.

Sekretaris BPBD Trenggalek, Tri Puspitasari, menjelaskan sebanyak 44 desa di 10 kecamatan di Trenggalek masuk dalam wilayah rawan longsor.

Itu artinya, hanya 4 kecamatan di Trenggalek yang kerawanan tanah longsornya dianggap minim.

Mayoritas, kecamatan yang masuk dalam peta rawan tanah longsor merupakan daerah pegunungan yang memiliki kontur bukit yang banyak, seperti di Kecamatan Pule (10 desa) dan Kecamatan Bendungan (8 desa).

Selain itu, kecamatan lain yang masuk dalam peta rawan tanah longsor adalah Kecamatan Panggul (5 desa), Tugu (4 desa) Watulimo (3 desa), Trenggalek (3 desa), Kampak (3 desa), Durenan (3 desa), Dongko (3 desa), dan Munjungan (2 desa).

Akibat kerawanan itu, Puspitasari telah mendistribusikan bronjong atau penahan longsor ke desa-desa rawan.

BPBD juga telah mengajukan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat saat bencana terjadi.

“Anggaran itu kami ajukan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulanan Bencana) dan BPBD Provinsi Jawa Timur,” sambungnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved