Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Antrean IGD Sempat Tembus 835 Pasien Sehari, Kini BOR Covid-19 Jatim Turun Jadi 14,2 Persen

Selain sudah dinyatakan level 1 sesuai asesmen Kementerian Kesehatan, BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Jatim saat ini sudah sangat rendah.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kondisi pandemi Covid-19 di Jawa Timur sudah jauh membaik. Selain sudah dinyatakan level 1 sesuai asesmen Kementerian Kesehatan, Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di Jatim saat ini sudah sangat rendah.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi pada Sabtu (18/9/2021), BOR layanan Covid-19 saat ini sudah di angka 14,2 persen.

Dan ia juga memastikan, bahwa saat ini antrean layanan Covid-19 di IGD juga sudah nol. Atau tidak ada antrean membludak sebagaimana awal diterapkan PPKM Darurat yang mana jumlah antreannya sampai 800 orang saat itu.

"Saat ini, berbagai macam indikator penanganan Covid-19 di Jatim sudah sesuai standar pengendalian pandemi oleh WHO. Saat ini, BOR Covid-19 kita per minggunya adalah 14,21 persen," tegas Joni.

Angka ini sudah sangat jauh di bawah standar WHO, di mana standar minimalnya adalah 60 persen. Selain itu, saat ini angka positivity rate Covid-19 di Jatim juga dikatakan Joni sudah sangat memadai, yaitu di angka 1,65 persen.

"Angka ini juga jauh di bawah standar WHO yaitu 5 persen," ungkap Joni.

Dokter spesialis bedah syarat yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo itu juga menambahkan, bahwa saat ini 37 kabupaten/kota di Jawa Timur sudah masuk zona kuning dan antrean IGD Covid-19 di Jawa Timur, saat ini nol.

"Angka ini turun drastis dibandingkan awal bulan Juli lalu, di mana antrean IGD overload bahkan pernah mencapai 835 pasien per hari. Selain itu, BOR isolasi dan ICU di semua kabupaten dan kota di Jatim saat ini sudah di bawah 29 persen" tegasnya.

Di sisi lain, sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa sesuai hasil asesmen yang dirilis di website Kementerian Kesehatan RI tanggal 15 September 2021, Jawa Timur telah masuk dalam kategori Level 1 Asesmen Situasi Covid-19.

Dalam penilaian asesmen situasi level 1 Kemenkes RI itu, Jatim dinilai mampu dikarenakan tingkat penularan yang rendah dan kapasitas respon yang memadai.

"Jawa Timur menjadi satu-satunya provinsi yang pertama masuk pada level 1 sesuai asesmen yang dilakukan Kemenkes RI," ucap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Penilaian asesmen tersebut didasari atas hasil 6 parameter, yaitu Kasus Konfirmasi, Rawat Inap RS, Kematian, Testing, Tracing dan Treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Meski begitu, dengan capaian positif Jatim atas penanganan Covid-19 ini, Khofifah meminta masyarakat untuk tidak lengah dan jangan menjadikan capaian ini sebagai euforia.

"Tetap patuhi protokol kesehatan dengan ketat. Lakukan vaksinasi bagi yang belum melaksanakan dan tetap menjaga 5M," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved