Breaking News:

Berita Banyuwangi

Satgas Banyuwangi Pelototi Sejumlah Destinasi Wisata di Bumi Blambangan

Satgas Covid-19 Banyuwangi menginstruksikan Satgas di tingkat kecamatan hingga desa untuk turut mengawasi destinasi wisata di wilayahnya.

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Babinsa dan Babinkamtibmas bersiaga di destinasi wisata, salah satunya Bangsring Underwater, Kabupaten Banyuwangi. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi telah dibuka seiring ditetapkannya status PPKM Level 2. Kondisi ini tentu menjadi angin segar bagi para pelaku wisata yang sudah lama menganggur.

Namun, di sisi lain dibukanya kran pariwisata juga menjadi kekhawatiran Satgas Covid-19 setempat akan serangan gelombang kedua akibat aksi ‘balas dendam’ wisatawan yang sudah rindu akan keindahan Bumi Blambangan.

Meski sudah ada aturan ketat yang diberlakukan terhadap pengelola destinasi wisata maupun wisatawan yang datang berkunjung, namun tidak menutup kemungkinan masih adanya pihak-pihak yang nakal dan melanggar aturan tersebut.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satgas Covid-19 Banyuwangi telah menginstruksikan Satgas di tingkat kecamatan hingga desa untuk turut mengawasi destinasi wisata di wilayahnya.

Aturan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 harus benar-benar dilaksanakan baik oleh pengelola wisata maupun wisatawan yang datang.

“Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Satgas Covid-19 Desa kita minta agar benar-benar mengecek serta mengawasi destinasi wisata di wilayahnya, agar benar-benar melaksanakan peraturan yang sudah ditetapkan,” kata Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Jumat (17/9/2021).

“(Aturan) ini penting untuk dilakukan. Jangan sampai dibukanya kran pariwisata justru menjadi boomerang gegara banyak pengelola wisata maupun wisatawan yang melanggar aturan protokol kesehatan. Kita tidak ingin terjadi gelombang ketiga COVID-19 di Banyuwangi,” tegasnya.

Eko mengatakan, ada beberapa aturan yang diberlakukan bagi wisatawan selama PPKM Level 2 ini.

Di antaranya pelaku dan pengunjung destinasi wisata harus sudah vaksin, dengan menjadikan aplikasi PeduliLindungi sebagai basis penataan pengunjung.

"Kita semua bersyukur, tapi jangan lengah. Kalau nanti melonjak lagi, kita semua yang susah karena berpotensi ditutup lagi," kata Dandim.

"Saat ini, di banyak negara muncul tren wisata balas dendam, revenge tourism, setelah sekian lama orang kesulitan berwisata. Akhirnya semua membeludak tak terkendali. Kita tetap harus disiplin," imbuhnya.

Untuk itu Eko mengimbau semua pihak agar bersama-sama menjaga status Level 2 Banyuwangi ini sehingga sektor pariwisata bisa kembali bangkit dan menjadi penopang perekonomian masyarakat.

"Mari kita jaga bersama. Jangan sampai kita kembali lagi ke Level 3 apalagi 4, karena nantinya bisa berdampak pada ditutupnya wisata kembali. Dibutuhkan komitmen dan kesadaran bersama untuk mematuhi semua persyaratan yang telah ditentukan," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved