Berita Kota Mojokerto

Penuhi Tingginya Permintaan, Pemkot Mojokerto Operasikan Alat Produksi Plasma Konvalesen Rp 1,6 M

sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan plasma konvalesen pihaknya membawa pendonor ke PMI Sidoarjo.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meninjau alat Apheresis untuk memproduksi plasma konvalesen di kantor PMI Kota Mojokerto, Jumat (17/9/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA MOJOKERTO - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto kini memiliki alat Apheresis guna memenuhi tingginya permintaan plasma konvalesen dalam penyembuhan pasien Covid-19.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, tingginya permintaan plasma konvalesen ini seiring lonjakan gelombang kedua kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bulan lalu. Akibat keterbatasan stok, sehingga PMI tidak dapat memenuhi ratusan permintaan plasma konvalesen tersebut.

"Inilah yang menjadi pertimbangan PMI membeli alat Apheresis sehingga kita mampu mandiri memproduksi plasma konvalesen di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Mojokerto," ungkap Ning Ita, sapaan wali kota, Jumat (17/9/2021).

Ning Ita yang juga Ketua PMI Kota Mojokerto ini menuturkan, sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan plasma konvalesen pihaknya membawa pendonor ke PMI Sidoarjo. Sebab, hanya PMI Sidoarjo dan PMI Kota Surabaya yang memiliki alat Apheresis.

"Kini alat sudah ada, juga sumber daya manusia untuk mengoperasikan. Dan produksi plasma konvalesen sudah bisa dimulai mulai hari ini. Alat ini juga dapat memproduksi trombosit kebutuhan pasien demam berdarah dengue," jelasnya.

Pemkot akan berkolaborasi dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan terkait pendonor terutama penyintas Covid-19 guna memaksimalkan produksi plasma konvalesen di UDD PMI Kota Mojokerto. Itu karena tidak semua penyintas alias survivor Covid-19 yang bisa menjadi donor.

"Karena tidak semua penyintas Covid-19 bisa menjadi pendonor konvalesen, ada syarat dan kriteria khusus yang harus dipenuhi. Termasuk riwayat kesehatannya, jadi skrining perlu dilakukan," ucap Ning Ita.

Sekretaris PMI Kota Mojokerto, M Choirul Anwar menambahkan, pengadaan alat Apheresis senilai Rp 1,6 miliar ini dapat menampung 10 donor plasma konvalesen setiap hari.

Sedangkan, ketersediaan stok plasma konvalesen di PMI Kota Mojokerto sebanyak 909 kantong yang diperoleh dari 300 pendonor. "Permintaan plasma konvalesen mencapai ribuan, namun hanya bisa mencukupi 909 kantong," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved