Breaking News:

Berita Surabaya

Pakar Epidemiologi Unair Dr Windhu Purnomo Komentari Soal Turunnya Level PPKM di Kota Surabaya

Hasil asesmen situasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, Kota Surabaya dinyatakan masuk level 1 PPKM.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Dr Windhu Purnomo. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Hasil asesmen situasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, Kota Surabaya dinyatakan masuk level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Meski demikian, dalam Inmendagri Nomor 42 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kota Surabaya masih harus menerapkan PPKM Level 3.

Mengomentari hal tersebut, Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Dr Windhu Purnomo berpendapat, Kota Surabaya memang pantas masuk ke level 1. Menurutnya, kalau dilihat dari kapasitas responsnya dan transmisi komunitas sudah memenuhi semuanya dan di bawah standar atau level 1.

"Asesmen ini yang terbaik, karena sesuai dengan acuan WHO. Berbeda dengan dulu ketika masih pakai warna itu lebih tidak fair. Kalau yang sekarang ini sudah bagus,” kata Windhu, Jumat (17/9/2021).

Windhu menjelaskan, capaian Surabaya dilihat dari transmisi komunitas dan kapasitas respons. Khusus untuk transmisi komunitas ada tiga indikator, yaitu kasus konfirmasi sudah bagu dengan nilai 8,81 per 100 ribu penduduk, angka ini sudah dibawah standar Kemenkes 20 per 100 ribu penduduk.

Kemudian, lanjut Windhu, untuk rawat inapnya 3,43 per 100 ribu penduduk, angka ini sudah di bawah ketentuan Kemenkes 5 per 100 ribu penduduk. Lalu untuk angka kematiannya, Surabaya sudah 0,65 dan ketentuan Kemenkes tidak boleh lebih dari 1.

Masih kata Windhu, khusus untuk kapasitas responsnya juga ada tiga indikator, yaitu untuk positivity ratenya sudah 0,41 persen dan jauh di bawah 5 persen sesuai ketetapan Kemenkes.

Lalu untuk tracingnya sekarang di Surabaya sudah 1:20,71 dan standarnya Kemenkes 1:14. Kemudian untuk BOR nya sekarang 14,45 persen dan sudah jauh dari Kemenkes 40 persen.

“Jadi, sudah bagus semuanya dan sudah cocok. Berarti bagus semua kalau dilihat dari sini,” tegasnya.

Windhu juga memastikan, berdasarkan data terbaru dari Dinkes Surabaya, vaksinasi dosis pertama di Kota Surabaya sudah mencapai 101,32 persen dan khusus lansia sudah mencapai 90,10 persen.

"Padahal, dari level 2 ke level 1 itu standar vaksinasi dosis pertamanya 70 persen dan untuk lansianya 60 persen. Ini sudah luar biasa, sehingga pantas di level 1," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved