Breaking News:

Berita Sidoarjo

Jalan Penghubung Sidoarjo - Pasuruan Banjir, Banyak Kendaraan Putar Balik hingga Genangan

Genangan air terjadi setelah hujan deras mengguyur beberapa waktu lalu. Lantaran datarannya cekung, air pun bertahan lama di bawah viaduk itu.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
surya.co.id/m taufik
Kondisi jalan di bawah viaduk Gempol, akses penghubung Sidoarjo - Pasuruan yang kebanjiran beberapa hari belakangan. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Jalan penghubung Sidoarjo - Pasuruan, tepatnya di bawah Viaduk Gempol banjir beberapa hari terakhir.

Banyak kendaraan harus putar balik karena ketinggian air mencapai kisaran 30 sentimeter.

Genangan air terjadi setelah hujan deras mengguyur beberapa waktu lalu. Lantaran datarannya cekung, air pun bertahan lama di bawah viaduk itu.

"Sudah beberapa hari, tidak surut-surut," kata Mahendra, seorang warga yang balik kanan, membatalkan melintas di bawah viaduk tersebut.

Meski Jalan itu berada di wilayah Pasuruan, Komisi C DPRD Sidoarjo mendorong Pemkab Sidoarjo agar segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Pasuruan terkait penanganan kondisi jalan itu.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno mengatakan permasalahan tersebut sebenarnya merupakan permasalahan klasik yang tak kunjung diselesaikan pemkab.

"Seharusnya, pemkab Sidoarjo bisa segera melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya genangan yang menyulitkan warga beraktivitas di sana," ujar Suyarno.

Menurutnya, beberapa waktu lalu bahkan Komisi C juga sempat melakukan hearing terkait keluhan warga di sana. Harapannya, dari hearing tersebut, pemkab bisa melakukan beberapa langkah penanganan terkait masalah tersebut.

"Kami sempat menyarankan agar melakukan koordinasi terkait penanganan masalah jalan itu. Bisa dengan koordinasi bersama pemprov ataupun Pemkab Pasuruan. Tapi itu belum dilakukan," urainya.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya seperti mengaktifkan pompa air agar genangannya surut.

"Atau bisa dengan melakukan penyudetan. Jadi gak sampai mengganggu aktivitas warga di sana," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved