Breaking News:

Berita Mojokerto

Jaksa Pastikan Dianus Pionam alias Awi masih Jalani Sidang di Mojokerto

Kejari Kabupaten Mojokerto menyatakan terdakwa Dianus Pionam alias Awi (55) yang terjerat kasus peredaran obat ilegal masih dalam proses persidangan.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko Wibowo. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto menyatakan terdakwa Dianus Pionam alias Awi (55) yang terjerat kasus peredaran obat ilegal masih dalam proses persidangan.

Kasus obat ilegal dengan terdakwa Dianus Pionam sebelumnya dibongkar Satreskrim Polres Mojokerto dari pengembangan kasus obat aborsi yang digunakan NM (25) asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto pada Senin (08/03/2021).

Meski status perkaranya dalam persidangan ternyata kasus yang melibatkan terdakwa Dianus Pionam ini kembali mencuat usai Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan dia sebagai tersangka penjual obat-obatan ilegal tanpa izin BPOM.

Polisi juga mengungkap kekayaan Awi senilai Rp 531 miliar dari hasil Tindak Pidana Pencuci Uang (TPPU).

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan perkara hukum dengan terdakwa DP (Dianus Pionam) masih dalam proses persidangan.

"Perkara atas nama terdakwa Dianus Pionam masih proses persidangan dalam tahap keterangan ahli di PN (Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto)," ungkapnya, Jumat (17/9/2021).

Ivan mengatakan berdasarkan berkas perkara obat-obat psikotek tersebut diperoleh terdakwa dari temannya yang tidak dijelaskan berasal dari dalam maupun atau luar Negeri.

"Dia hanya menyediakan psikotek kalau didapat dari luar Negeri atau dari mana tidak disebutkan karena tahapan persidangan masih belum mengarah pada keterangan terdakwa," jelasnya.

Menurut dia, sesuai identitas terdakwa Dianus Pionam tercatat sebagai warga Pantai Mutiara Blok AD, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi terdakwa (Dianus Pionam) bukan warga sini tidak ada tempat tinggal di Mojokerto namun statusnya memang tahanan kota Pengadilan Negeri dan selama ini tidak boleh keluar dari Mojokerto serta wajib lapor dua hari sekali," bebernya.

Sesuai berkas perkara Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus obat ilegal dengan terdakwa DP yang saat itu ditangani Kasatreskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra dan penyidik IPDA Prima Andre Rinaldo Azhar dan diserahkan kepada Kejari Kabupaten Mojokerto, pada (11/3/2021).

Terdakwa menyerahkan diri di Mapolres Mojokerto, pada Jumat (12/03/2021) sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian,
Pihak Kejari Kabupaten Mojokerto menahan terdakwa, pada 16 Juni 2021.

Atas perbuatanya terdakwa disangkakan Pasal 106 Undang-undang kesehatan atau Pasal 197 UU kesehatan. Hasil barang bukti dari terdakwa yaitu berupa satu Kartu Anjungan Tunai (ATM) Bank BCA dan satu unit Handphone.

"Dalam fakta berkas hasil penyidikan terdakwa terlibat menjual obat Cytotex dengan barang bukti yang diamankan dari terdakwa lain sejumlah 200 strip yang masing-masing berisi 12 butir obat," ucap Ivan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved