Breaking News:

Berita Pasuruan

Bahas Peran Radio bak Joke Politik, Gus Ipul Beri Pantun agar Mas Ganjar Pranowo "Naik Kelas"

Dan entah kebetulan atau sengaja, Gus Ipul lalu memberi pantun untuk Ganjar. Yang kalau dicermati sebagai bentuk apresiasi

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Enam kepala daerah duduk bersama membahas "Radio Itu Asyik", di antaranya Gus Ipul dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (17/9/2021). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kangen-kangenan atas peran radio di masa lalu saat acara podcast "Radio Itu Asyik" di Kota Pasuruan, seperti disentili konotasi politik menuju Pilpres 2024. Apalagi dalam perbincangan di Gedung Gradika Kota Pasuruan, Jumat (17/9/2021) itu, ada enam kepala daerah yang bertemu langsung.

Enam kepala daerah duduk bersama dalam acara podcast "Radio Itu Asyik" itu adalah Wali Kota Pasuruan, Syaifulah Yusuf (Gus Ipul) dan Mas Ganjar alias Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. Kemudian juga Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidil; dan Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko; serta Bupati Magetan, Suprawoto.

Mereka membahas bagaimana asyiknya mendengarkan radio di zaman itu. Banyak kenangan yang disampaikan para kepala daerah itu bersama radio. Gus Ipul misalnya, berharap radio tetap menjadi media untuk mendapatkan informasi yang benar, dan mendidik. Syaratnya, radio harus mengikuti kemajuan teknologi.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menyerahkan tongkat kepemimpinan Ketua Umum Persatuan Radio TV Publik Seluruh Indonesia (PERSADA) kepada Mas Ganjar.

Dan entah kebetulan atau sengaja, Gus Ipul lalu memberi pantun untuk Ganjar. Yang kalau dicermati terkesan bentuk apresiasi kepada Ganjar agar naik kelas.

"Saya kasih pantun untuk pak Ganjar. Berita radio wajib didengar, informasi hoaks diberantas, Selamat bagi Pak Ganjar, Semoga tambah sukses dan naik kelas," kata Gus Ipul yang disambut tepuk tangan.

Memang Ganjar sedang berkunjung ke Jatim sekarang, dan kebetulan hari ini para Relawan Jokowi di kelompok Joman Jawa Timur yang mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.

Tetapi nuansa politis itu hanya terasa sesaat karena perbincangan kembali ke topik radio. Mas Ganjar menyebut radio sebagai jembatan penyambung informasi.

Ia berbagi pengalaman ketika menjabat sebagai kepala daerah. Saat itu, ada laporan masuk terkait pungli melalui radio. "Kebetulan saya sendiri yang mendengarkan itu. Setelah itu, saya langsung menghubungi Kapolda Jateng untuk menindaklanjuti laporan pungli dari masyarakat. Dalam 1 jam, pelaku langsung ditangkap," katanya.

Ia mengatakan, itulah keunggulan radio. Mudah dijangkau, dan didengarkan di mana saja. Bahkan sekarang ini, radio sudah ada di genggaman, melalui ponsel pintar, masyarakat bisa mendengarkan radio di mana saja.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved