Breaking News:

Berita Kediri

Kendalikan Hama Tanaman, Petani Kota Kediri Diimbau Gunakan Agensi Hayati

Petani Kota Kediri diimbau menggunakan agensi hayati untuk mengendalikan Organisme Penganggu Tanaman (OPT).

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/didik mashudi
Petani menyemprot tanaman padi di lahan sawah Kota Kediri. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Petani di Kota Kediri diimbau untuk menggunakan agensi hayati untuk mengendalikan Organisme Penganggu Tanaman (OPT).

Mohammad Ridwan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menjelaskan, penggunaan pestisida anorganik secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan.

"Pestisida anorganik memang cepat dalam mengurangi populasi hama, namun kita perlu mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan. Jadi lebih bijak jika kita mulai beralih ke agensi hayati untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman," ungkap Mohammad Ridwan, Kamis (16/9/2021).

Dijelaskan, penggunaan agensi hayati dalam jangka panjang dinilai lebih aman dan tidak berisiko.

"Sebenarnya agensi hayati ini adalah organisme berupa jamur, bakteri, virus, nematoda, serangga dan hewan lainnya yang berasal dari alam, sehingga penggunaannya akan jauh lebih aman," jelasnya.

Sementara untuk mendapatkan hasil yang diharapkan memerlukan waktu.

Baca juga: Bea Cukai Madura Ajak Warga Pamekasan Ikut Menekan Peredaran Rokok Ilegal

Namun banyak studi yang telah membuktikan agensi hayati ini dinilai efektif dan efisien dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Karena pemakaian pestisida sintetik dalam mengendalikan Organisme Penganggu Tanaman kurang bijaksana dalam jangka waktu lama serta akan banyak menimbulkan masalah dalam bidang petanian.

"Disadari atau tidak, penggunaan pestisida sintetik secara terus menerus akan berdampak buruk pada lingkungan, pertanaman dan hasil pertanian itu sendiri," ujarnya.

Diharapkan, dengan semakin meningkatnya minat petani dalam menggunakan Agensi Hayati untuk megendalikan hama dan penyakit tanaman, dapat ikut menekan dampak negatif dari penggunaan bahan kimia sintetik.

Sehingga dapat tercipta sistim budidaya pertanian yang sehat dan lebih ramah lingkungan serta terjaganya ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

BACA BERITA KEDIRI LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved