Breaking News:

Berita Surabaya

Universitas Muhammadiyah Surabaya Gelar Vaksinasi Covid-19 Drive Thru, Target 1.000 Orang per Hari

Universitas Muhammadiyah Surabaya mengadakan vaksinasi Covid-19 secara drive thru, Rabu (15/9/2021).

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara drive thru di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rabu (15/9/2021) 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), mengadakan vaksinasi Covid-19 secara drive thru, Rabu (15/9/2021).

UMSurabaya menargetkan 1.000 orang per hari. Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta jajaran Gugus Tugas Covid-19.

Rektor UMSurabaya, Dr dr Sukadiono MM menjelaskan, rencananya besok juga menyasar 1.000 orang per hari, dengan jenis vaksin yang digunakan adalah AstraZeneca.

Ia juga menambahkan, pihaknya memilih menggunakan metode drive thru supaya tidak menimbulkan kerumunan.

"Untuk minggu depan, hari Senin tanggal 20 hingga 24 menggunakan vaksin Sinovac yang setiap hari juga menyasar 1.000 orang. Kebetulan tenaga vaksin kami dari RS Muhammadiyah dan perwakilan Fakuktas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan UM," Jelasnya.

Proses Drive Thru, lanjut Sukadiono, bisa berlangsung lebih cepat karena menggunakan pendaftaran secara online. Sehingga, memudahkan memasukkan data. Kendati masih ada beberapa orang yang belum mengetahuinya, pihaknya tetap membantu tahapan pendafaran tersebut.

"Tujuh hari ke depan tetap dengan metode ini dan kami berterima kasih kepada Pemprov Jatim, Dinkes yang sudah mendukung kami. Kami berkomitmen membantu pemerintah provinsi segera mencapai herd imunity. Jadi kekebalan komunitas yang tentu nanti berdampak pada semua bidang, baik pembelajaran tatap muka, mungkin pertumbuhan ekonomi lebih meningkat," ucapnya

"Ibu gubernur menyampaikan positivity rate 1,8 dan ini luar biasa. Kami sebagai Civitas Akademik Surabaya berkomitmen untuk mensukseskan program vaksinasi di Jawa Timur ini," sambungnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menambahkan, mekanisme drive thru yang disajikan oleh UMSurabaya bisa dijadikan contoh bagi institusi lainnya dalam menggelar vaksinasi Covid-19.

"Saya baru kali ini menyaksikan vaksinasi berbasis komunitas dengan mekanisme drive thru. Mekanisme dengan format seperti ini untuk menghindari kerumunan. Saya rasa dengan era digital seperti ini bisa dilakukan dan direplikasi di tempat tempat yang lain," ungkapnya.

Mantan Menteri Sosial tersebut juga menyampaikan, Pemprov Jatim mengedepankan pentahelix dalam menangani pandemi Covid-19. Salah satu unsur di dalamnya adalah kampus lantaran banyak ide-ide brilian dan solusi dari berbagai masalah.

"Tentu komuniksi sinergitas di antara pemerintah dan kampus menjadi bagian yang sangat penting dan berkaitan dengan vaksinasi, bahwa sesungguhnya peran kampus sangat penting melakukan percepatan agar Covid-19 makin melandai dan semakin terkendali," tutur Gubernur Khofifah.

"Hasil assemen Kementerian Kesehatan, positivity rate di Jatim 1,85 untuk bisa mencapai di bawah lima persen itu prosesnya panjang. Diperlukan ikhtiar luar biasa untuk bisa menjaga positif rate yang menjadi indikator terkendalinya Covid-19, bukan hanya warga surabaya dan Jatim tetapi bahwa interaksi ini memang terbangun dengan berbagai elemen strategis yang lain," tuntasnya.

Sementara itu, salah satu penerima Vaksin, Imam Hambali (21) mengaku lega dan bersyukur sudah mendapatkan vaksin imun kekebalan Covid-19.

"Tadi persiapannya olahraga sama istirahat yang cukup. Harapan saya semoga kembali normal dan pandemi hilang dari muka bumi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved