Breaking News:

Berita Tuban

Polres Tuban Kehilangan Aiptu Ahmad Basari, Sebulan Jalani Perawatan Setelah Ditabrak Wanita Mabuk

Penabrak yang mabuk itu adalah Agis Irwanti (24) warga Desa Cibatok, Kecamatan Cibunggulang, Kabupaten Bogor.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sudarsono
Anggota Satlantas Polres Tuban, Aiptu Bastari meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS dr Soetomo 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Masih ingatkah kasus wanita mabuk yang mengendarai mobil dan menabrak anggota polisi satlantas Polres Tuban? Peristiwa yang membuat anggota Satlantas Polres Tuban, Aiptu Ahmad Bastari luka berat itu terjadi di jalan Pahlawan, Selasa (17/8/2021) sekitar pukul 00.15 WIB.

Penabrak yang mabuk itu adalah Agis Irwanti (24) warga Desa Cibatok, Kecamatan Cibunggulang, Kabupaten Bogor.

Dan setelah hampir satu bulan berjuang dalam perawatan di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Aiptu Bastari akhirnya gugur. Ia menghembuskan nafas terakhir, Rabu (15/9/2021) sore.

Kabar duka itu dibenarkan Kanit Laka Satlantas Polres Tuban, IPDA Eko Sulistyono. "Benar, almarhum meninggal dunia hari ini pukul 16.45 WIB," kata Eko kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Jenazah Aiptu Ahmad Bastari akan disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban Kota. "Info awal, jenazah akan dimakamkan di TPU Kelurahan Kebonsari," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Agis menabrak anggota polisi dengan mobil Suzuki Ertiga nopol S 1262 EF yang dikemudikannya, berpenumpang Clarisa dan Purwanto. Korbannya adalah Aiptu Ahmad Bastari (54), polisi yang juga warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Peristiwa yang membuat Bastari luka berat itu terjadi di jalan Pahlawan, pada Selasa (17/8/2021) sekitar pukul 00.15 WIB. Mobil yang dikemudikan pelaku dalam kondisi mabuk itu melaju dari arah timur ke barat.

Pengemudi tidak penuh berkonsentrasi ke depan dan tidak mengindahkan perintah petugas kepolisian, sehingga menabrak petugas Aiptu Bastari yang sedang mengalihkan arus dari Jalan Pahlawan ke Jalan Cokroaminoto, dalam rangka renungan suci di taman makam pahlawan.

Pelaku sudah ditetapkan tersangka dan dijerat dengan Pasal 312 dan Pasal 310 Ayat 3 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved