Breaking News:

Berita Gresik

Percepat Penanggulangan Banjir Kali Lamong, 12 Bidang Tanah Warga di Gresik Kembali Dibebaskan

Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pertanahan, Camat Cerma dan pihak terkait memilih jemput bola atau mendatangi pemilik lahan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
surya/willy abraham
Sosialisasi pembebasan 12 bidang tanah untuk penanggulangan banjir Kali Lamong di Balai Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme Gresik, Rabu (15/9/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Upaya untuk penanggulangan banjir Kali Lamong terus berjalan. Salah satunya adalah pembebasan lahan agar bebas banjir. Kali ini sebanyak 12 bidang tanah di tiga desa milik warga di Kecamatan Cerme, Gresik, dibebaskan atau diberi ganti rugi.

Pengumuman pembayaran ganti rugi itu bertempat di balai desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Gresik. Warga sebagai pemilik lahan menerima proses ganti rugi tanpa harus jauh keluar rumah.

Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pertanahan, Camat Cerma dan pihak terkait memilih jemput bola atau mendatangi pemilik lahan.

Total anggaran yang dibayarkan kepada para pemilik lahan sebesar total Rp 5.198.787.407 atau Rp 5,1 miliar. Dan 12 bidang tanah itu meliputi Desa Tambakberas, Desa Jono dan Desa Sukoanyar.

"Di Desa Tambakberas ada sebanyak 5 bidang, Desa Jono 6 bidang kemudian Desa Sukoanyar 1 bidang. Total ada 12 bidang," ucap Kepala BPN Gresik, Asep Heri, Rabu (15/9/2021).

Dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali membebaskan lahan untuk penanganan banjir Kali Lamong. Saat ini pengerjaan yang merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo itu, terus berjalan.

Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan menuturkan, pembebasan yang dilakukan di tiga desa ini merupakan percepatan. Akhir bulan lalu, sebanyak 10 bidang tanah dibebaskan langsung oleh Bupati Gresik.

"Pembebasan ini demi upaya pembangunan pengembangan sistem pengendalian banjur Kali Lamong pada 2021," kata Nanang.

Sebelumnya, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani telah memulai pembebasan lahan guna pembangunan tanggul Kali Lamong, dengan membayar ganti rugi tanah.

Proses pembayaran itu bertempat di Balai Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme. Disaksikan Kepala BPN Gresik, Asep Heri; Dandim 0817 Gresik, Letkol Inf Taufik Ismail; Kadis Pertanahan, Nanang Setiawan dan Kapolsek Cerme, AKP Nur Amin pada Selasa (31/8/2021).

Sebagai tahap awal ini, sebanyak 10 bidang diganti senilai Rp 5,99 miliar, yang tersebar di Desa Tambak Beras dan Desa Jono, dan dibayarkan ke warga pemilik lahan.

Rinciannya, 8 bidang untuk masyarakat Desa Tambakberas dan 2 bidang warga Desa Jono. Adapun total tahun ini, sebanyak 54 bidang dengan total 4,9 hektare senilai Rp 23,79 miliar telah dianggarkan guna dibebaskan.

"Pembayaran ganti rugi tanah ini sebagai langkah Pemkab Gresik dalam rangka pengembangan sistem pengendalian banjir Kali Lamong. Sekaligus bentuk komitmen dan keseriusan kami guna mengatasi persoalan Kali Lamong yang berlarut-larut," terang pria berusia 36 tahun ini. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved