Breaking News:

Berita Banyuwangi

Ombudsman Jatim Apresiasi Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi selama Pandemi

Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur mengapresiasi kinerja Pemkab Banyuwangi terkait pelayanan publik selama pandemi Covid-19.

Penulis: Haorrahman | Editor: Parmin
surya.co.id/haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kiri) mengunjungi kantor Ombudsman Jatim, di Surabaya, Selasa (14/9/2021).  

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur (Jatim) mengapresiasi kinerja Pemkab Banyuwangi terkait dengan pelayanan publik selama pandemi Covid-19.

Pelayanan masyarakat tak terkendala, meski ada pemberlakukan pembatasan PPKM ataupun PSBB berlangsung. 

Hal itu terungkap dalam kunjungan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ke Kantor Ombudsman Jatim, Surabaya, Selasa (14/9/2021).

Ipuk yang didampingi sejumlah pejabat Pemkab Banyuwangi yakni, Asisten Administrasi Umum Choiril Ustadi Yudawanto, Kepala Dinas Kominfo Budi Santoso, diterima langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur Agus Muttaqin. 

‘’Kunjungan ini dapat meningkatkan kemitraan Ombudsman selaku lembaga negara pengawas pelayanan publik dengan Pemkab Banyuwangi,’’ kata Agus. 

Di depan bupati, Agus mengapresiasi sejumlah inovasi pelayanan publik di Banyuwangi. Di antaranya, tersedianya mal pelayanan publik, pasar pelayanan publik, program Bunga Desa (bupati ngantor di desa), aplikasi smart-kampung, dan inovasi pelayanan publik lainnya. 

"Di MPP, ada sebanyak 24 entitas penyelenggara layanan publik yang melayani sebanyak 237 produk pelayanan. Banyuwangi telah melaksanakan sentralisasi fungsi MPP dengan menghadirkan dua pasar pelayanan publik di Genteng dan Rogojampi,’’ ujar Agus. 

Selain itu, yang patut direplikasi kabupaten/kota lain adalah program Bunga Desa yang memfasilitasi pendampingan sistem perizinan OSS (operating single submission) di pedesaan. OSS adalah sistem perizinan berusaha yang berintegrasi berbasis risiko, yang merupakan pelaksanaan UU Cipta Kerja.

Meski banyak inovasi, Ombudsman mengingatkan agar Banyuwangi tidak mengabaikan tindak lanjut pengaduan masyarakat. Sebab, pengelolaan pengaduan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan publik

‘’Saya berharap, dengan maksimalnya pengelolaan pengaduan di internal (pemkab) nantinya tidak ada pengaduan ke Ombudsman, karena sudah terselesaikan di internal,’’ jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved