Breaking News:

Nongkrong di Pico Kopi Kediri, Kafe Instagramable Bernuansa Thailand Coffee Shop

Konsep baru Pico Kopi mengarah pada kafe-kafe ala Thailand. Mengadaptasi gaya modern yang lebih minimalis.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Cak Sur
Istimewa/Dokumentasi Pico Kopi
Pico Kopi Kediri salah satu coffe shop yang mengusung tema kafe ala Thailand. Menggunakan perpaduan warna putih cokelat dengan variasi tanaman di beberapa sudut. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Kafe instagramable masih menjadi primadona hingga saat ini. Deretan kafe berkonsep modern minimalis kini banyak diadaptasi di banyak coffee shop.

Seperti gerai Pico Kopi yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Kediri. Gerai yang mengusung tagline Pico : Coffee & Good Story ini bahkan berani melakukan rombak ulang interiornya.

"Dulu gerai Pico Kopi ini mengusung konsep tropikal dengan nuansa biru. Kemudian sejak 2020 diubah total desain dan interiornya ke arah Thailand Coffee Shop," ujar Owner Pico Kopi Kediri, Kynan Adhiatmaja, Rabu (15/9/2021).

Kynan menuturkan, konsep baru Pico Kopi mengarah pada kafe-kafe ala Thailand. Mengadaptasi gaya modern yang lebih minimalis.

Di bagian depan, pengunjung akan disuguhkan beberapa ornamen yang menarik. Mulai dari logo Pico Kopi hingga pintu masuk yang dibuat unik.

Berbeda dengan pintu masuk kafe pada umumnya, Pico Kopi membuat dua pintu warna cokelat dengan aksen garis dan lubang.

Perpaduan warna cokelat dan guratan pintu dengan cat berwarna putih memberikan kesan lembut dan hangat.

"Jadi mulai dari bagian depan sudah bisa dibuat swafoto. Sering pengunjung kami yang justru foto-foto di depan pintu," katanya.

Untuk interior kafe, Kynan memilih perpadua warna putih dan cokelat. Ditambah beberapa ornamen dan bunga sebagai pemanis.

"Bagian dalam sengaja dibuat tidak banyak ornamen dan tambahan lain. Supaya tidak terlalu penuh dan terlalu meriah. Karena kembali lagi ke konsep Thailand Coffee Shop yang tematik dan minimalis," paparnya.

Berbeda dengan interior dalam ruangan, untuk ruang outdoor Kynan memberi sentuhan desain yang lebih.

Ia menambahkan beberapa kursi rotan dan kombinasi tanaman untuk mempercantik eksterior kafe.

"Bagian outdoor juga kami bagi dua. Ada yang tanpa atap dan dengan atap. Outdoor dengan atap kami perbanyak ornamen seperti hiasan dari rotan gantung. Karena ourdoor ruang pandangnya lebih luas jadi tidak sumpek," jelas dia.

Kafe yang terletak di dekat Wisata Pagora tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas toilet untuk pengunjung.

Segmentasi pasar Pico Kopi sendiri menyasar semua kalangan, baik tua maupun muda. Tak jarang, Pico Kopi dijadikan tempat meeting oleh para pebisnia.

"Segmen ke semua usia dan semua kalangan. Sering juga family atau pelaku bisnis malah meeting di sini," ujar Kynan.

Selama pandemi, Kynan mengaku mengurangi kapasitas jumlah pengunjung kafenya.

Kini, bagian indoor hanya menampung sekitar 20 pengunjung sedangkan outdoor bisa mencapai 30 pengunjung.

"Tujuannya supaya bisa menerapkan jaga jarak sesuai aturan. Kami juga sediakan hand sanitizer, setiap pengunjung bisa menggunakan sebelum memesan makanan," papar Kynan.

Dari segi menu minuman dan makanan, Kynan memberikan cukup banyak opsi.

Ada lebih dari 20 jenis minuman dan 20 jenis makanan yang ditawarkan. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu - Rp 28 ribu.

"Pico itu makanan dan minumannya dari yang tradisional sampai western tersedia. Varian menu selalu baru. Rasa pun selalu yang paling utama," jelas Kynan.

Menurutnya, kenyamanan di Pico Kopi mendukung untuk pengunjung berlama-lama di tempat tersebut.

"Tak lupa pegawai Pico yang ramah kepada customer semua kalangan. Pegawai Pico juga sudah vaksin. Jadi, tidak khawatir lagi," tutup Kynan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved