Breaking News:

Berita Kota Madiun

Meski Kasus Covid-19 Merosot, Maidi Sebut Alasan Kota Madiun Bertahan di PPKM Level 3

data pasien Covid-19 di Kota Madiun tinggi. Padahal menurut Maidi, penularan Covid-19 di Kota Pecel sudah turun drastis.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Deddy Humana
surya/sofyan arif chandra
Wali Kota Madiun, Maidi. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Turun dalam levelling PPKM seperti menjadi impian banyak daerah selama masa pandemi Covid-19. Seperti halnya Kabupaten Lumajang, Kota Madiun pun harus bersabar agar bisa lepas dari level 3 dan turun ke level 2 dalam masa PPKM.

Karena pada perpanjangan PPKM sampai 20 September nanti, Kota Madiun masih berstatus level 3, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021.

Wali Kota Madiun, Maidi mengungkapkan ada sejumlah faktor yang menyebabkan Kota Madiun belum turun ke level 2 atau level 1. Yang pertama adalah banyaknya pasien yang dirujuk ke rumah sakit (RS) di Kota Madiun.

"Ada sebanyak 8 RS di kota ini yang merawat (pasien Covid-19). Jadi RS tersebut menerima rujukan (pasien Covid-19) dari mana-mana," jelas Maidi, Rabu (15/9/2021).

Dengan begitu, seringkali data pasien Covid-19 di Kota Madiun tinggi. Padahal menurut Maidi, penularan Covid-19 di Kota Pecel sudah turun drastis.

Hal tersebut tidak lepas dari tingginya capaian vaksinasi Covid-19 serta masifnya pelaksanaan tracing dan testing yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Madiun.

"Vaksinasi kita sudah sampai 79 persen lebih, lalu kita berikan 60.000 antigen secara gratis kepada masyarakat," kata Maidi.

Menurut data dari Pemprov Jatim, per 15 September Kota Madiun juga sudah masuk ke zona kuning. Hanya ada 4 tambahan pasien Covid-19 dan satu pasien meninggal dunia, sedangkan pasien yang sembuh berjumlah 14 orang. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved