Breaking News:

Persebaya Surabaya

Kisah Bonita Dapat Jodoh Gara-gara Dukung Persebaya Surabaya

Seorang Bonek Wanita (Bonita) asal Surabaya tidak menyangka, dirinya bisa mendapatkan pasangan hidup dari hobinya mendukung Persebaya Surabaya

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami
dokumen Sheila Apriliana untuk Surya,co.id
Sheila Apriliana, Bonek Wanita (Bonita) asal Surabaya saat mendukung Langsung Persebaya Surabaya 

Penulis: Ferbianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Sheila Apriliana, seorang Bonek Wanita (Bonita) asal Surabaya tidak menyangka, dirinya bisa mendapatkan pasangan hidup dari hobinya mendukung Persebaya Surabaya.

Perempuan berusia 25 tahun ini juga mengaku sudah menjadi pendukung setia sejak masih kecil. Kesukaannya di dunia olahraga seperti sepak bola, dayung, dan bulutangkis dinilai menjadi alasan tersendiri untuk terjun sebagai suporter.

"Pengalaman yang berkesan jadi Bonita sangat banyak. Salah satunya dapat jodoh calon suami dari sesama bonek. Dalam waktu dekat ini akan menikah, mohon doa restunya," aku Sheila, Selasa (14/9).

Di tengah kesibukannya sebagai karyawati swasta, ia tetap rutin berolahraga lari kecil, walaupun salah satu jenis olahraga yang digeluti, dayung perahu, sudah tidak beraktivitas.

"Dulu sempat jadi atlet dayung sejak sekolah sampai kuliah. Habis itu berhenti karena pandemi. Jadi sekarang fokus kerja. Meski begitu masih berolahraga. Memang tidak ada latihan dan pelatih juga belum menyarankan latihan," aku Sheila.

Selain menyalurkan bentuk kecintaannya dengan mendatangi tribun (saat Persebaya) bertanding, Sheila biasanya aktif terlibat di kegiatan sosial. Mulai menggalang dana bagi korban bencana alam sampai menyalurkan bantuan bagi para pengungsi.

"Kalau tidak bisa mendukung langsung ke stadion, saya nonton bareng. Kebetulan saya juga gabung di Komunitas Bonita 27 yang merupakan gabungan suporter bonek lainnya," ungkapnya.

"Kemudian juga koleksi jersey, pernak-pernik dari official. Pernah beli jersey lama tapi banyak hilangnya," imbuhnya.

Sheila juga merasakan euforia yang berbeda saat menyaksikan pertandingan Persebaya secara langsung. Kendati sempat dilarang oleh orangtuanya, perlahan-lahan Sheila mendapatkan izin dari keluarganya.

"Dilarang karena disusul banyak teman-teman cowok. Tapi ketika selama mendukung saya dijaga sama mereka jadi orangtua mengizinkan," ungkapnya.

Sheila juga berpesan kepada seluruh Bonek agar tetap mendukung Bajul Ijo dari rumah. Tetap patuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

"Saya secara pribadi rindu juara soalnya sudah lama tidak mengangkat trofi. Kemarin pencapaiannya terakhir runner-up. Lalu pemain lokal ditambah lagi skill-nya, jangan kalah sama pemain asing. Setiap pertandingan yang jadi sorotan rata-rata pemain asing. Kalau pemain lokal sering blunder, mungkin jam terbangnya kurang," tutupnya.

Berita terkait Persebaya Surabaya

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved