Breaking News:

DPRD Surabaya

Dewan Dorong SWK Dilibatkan dalam Acara-acara Pemkot Surabaya

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti berharap Sentra Wisata Kuliner (SWK) diakomodasi untuk memenuhi kebutuhan menu di Balai Kota Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/sugiharto
SWK - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti berharap Sentra Wisata Kuliner (SWK) bisa diakomodasi untuk memenuhi kebutuhan menu di Balai Kota Surabaya dan instansi lainnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menambah semangat dan gairah para pelaku ekonomi kerakyatan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Dharmahusada, Rabu (15/9/2021).

Para pedagang siap menyongsong kebangkitan ekonomi di saat pandemi covid-19 mulai melandai. 

Reni pun ngobrol bersama sejumlah pedagang SWK. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini ngobrol gayeng bersama mereka. Begitu bisa ngobrol dengan pimpinan Dewan itu, para pedagang pun menyampaikan uneg-uneg mereka dengan terbuka.

"Mbok ya jika Pemkot ada acara, menu makanan harian atau acara, pedagang di SWK di Surabaya dilibatkan. Sekali-kali kami yang mengisi menu pemkot," ungkap Ketua SWK Dharmahusada, Safii Solahuddin

Selama ini, Pemkot Surabaya sudah mengakomodasi para pelaku UMKM masuk ke Balai Kota Surabaya.

Namun untuk para pelaku SWK, sudah saatnya juga sesekali diakomodasi. Menu SWK harus bisa masuk balai kota.

Tentu tidak asal dilibatkan. Makanan jika bisa diakomodasi sebagai menu di balai kota harus berstandar.

Kebetulan SWK saat ini juga selalu menjaga kebersihan dan higienitas makanannya. 

Reni Astuti mengakui bahwa saat ini UMKM telah diakomodasi. Seperti misalnya pada saat ada rapat.

Begitu juga saat pandemi. Saat isolasi penderita covid di Asrama Haji, yang menyupply menu makanan adalah UMKM. Bahkan menu yang di RS Lapangan Tembak, untuk para tenaga kesehatan (nakes) dan sebagainya juga dari UMKM.

"Sebaiknya memang SWK juga bisa diakomodasi balai kota untuk memenuhi kebutuhan menu. SWK juga UMKM," kata Reni. 

Maping UMKM

Untuk itu, perlunya dilakukan maping UMKM. Mana yang mempunyai potensi untuk tumbuh dan bisa menggerakkan ekonomi secara makro. Bahkan sampai ekspor go global. Semua harus difasilitasi oleh Pemkot Surabaya.

"Baik itu kebijakan, regulasi, maupun sentuhan-sentuhan peningkatan yang lain. Utamanya mulai mengajak UMKM akrab dengna platform digital. Harus jual by online," tandas Reni. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved