Breaking News:

Berita Blitar

Bencana 5 Menit di Blitar, Angin Puting Beliung Menjebol Dinding Sekolah; Belasan Rumah Berantakan

terdengar suara benda berjatuhan, yang disertai suara jerit dan teriakan orang minta tolong warga yang rumahnya disapu angin

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
Bencana 5 Menit di Blitar, Angin Puting Beliung Menjebol Dinding Sekolah; Belasan Rumah Berantakan - kerusakan-akibat-angin-di-blitar1.jpg
surya/imam taufiq
Dinding gedung SDN o5 di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, tampak jebol akibat angin puting beling, Selasa (14/9) petang.
Bencana 5 Menit di Blitar, Angin Puting Beliung Menjebol Dinding Sekolah; Belasan Rumah Berantakan - kerusakan-akibat-angin-di-blitar2.jpg
surya/imam taufiq
Sebuah tiang listrik di sebelah rel KA tampak patah akibat angin puting beliung di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa (14/9) petang.
Bencana 5 Menit di Blitar, Angin Puting Beliung Menjebol Dinding Sekolah; Belasan Rumah Berantakan - kerusakan-akibat-angin-di-blitar3.jpg
surya/imam taufiq
Atap bangunan di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar berantakan dihempas angin puting beliung, Selasa (14/9) petang.

"Tak ada yang ambruk, dan hanya atap rumah yang rusak," paparnya.

Selain itu kandang ayam milik Markito (50), yang berukuran 10x20 meter rusak parah. Meski bangunannya tetap berdiri namun asbes dan atap galvalum beterbangan ke sawah.

Kerugiannya bukan cuma akibat kandangnya rusak namun sebanyak 4.000 ekor ayam juga terancam stres akibat kehujanan.

"Itu karena permukiman berlokasi di dekat sawah sehingga hempasan angin seperti tanpa hambatan dan langsung mengenai rumah-rumah. Dan rata-rata rumah yang terkena angin puting beliung itu berada di tepi sawah, tanpa ada pepohonan sebagai pengamannya," ungkap Eko.

Yang mengejutkan adalah kerusakan di gedung SDN 05 Jugo. Angin bak prahara itu diperkirakan langsung menghantam dari arah sawah sehingga mampu mendobrak tembok yang tebal di salah satu kelas.

Warga pun merinding saat membayangkan betapa kuatnya dorongan angin sehingga tembok gedung sekolah yang kokoh pun bisa ambrol berlubang. Selain itu, atap di ruang kelas jebol dan terbang ke halaman sekolah. Bukan hanya itu, tembok kelas 05 itu juga jebol dengan berlubang cukup lebar.

"Namun ini aneh. Meski temboknya berlubang lebar namun dinding ruangan kelasnya itu tak roboh. Hanya saja, temboknya yang ambruk dan berlubang itu jatuhnya ke dalam sehingga mengenai bangku dan kursi siswa," ujar Samsul (32), warga yang rumahnya berhadapan dengan sekolah itu.

Samsul menuturkan, saat kejadian itu ia mendengar suara benda yang tersapu angin sangat menakutkan. Sebab selain angin yang datang disertai suara bergemuruh kencang, juga bercampur suara atap yang jebol.

Mesji angin menyapu apa saja, namun bangunan makam Eyang Jugo yang ada di deretan rumah warga, malah tetap utuh. Makam atau yang biasa disebut petilisan itu selama ini dikeramatkan oleh warga Kabupaten Blitar.

Bahkan, setiap tahunnya ada ritual meriah karena dihadiri bupati. Malah kini menjadi salah satu destinasi wisata yang kerap didatangi wisatawan. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved