Breaking News:

Berita Madiun

Ada Penemuan Umpak Hingga Punden, BPCB Jatim Lakukan Ekskavasi Sejumlah Titik di Kota Madiun

Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur menerima sejumlah laporan penemuan benda sejarah di Kota Madiun.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Tim Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan ekskavasi di Jalan Bonokeling, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (15/9/2021). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Tim Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menerima sejumlah laporan penemuan benda sejarah di Kota Madiun.

Laporan tersebut datang dari warga yang disampaikan ke Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, lalu diteruskan ke BPCB Jatim.

Tim BPCP Jatim akan berada di Kota Madiun setidaknya hingga tanggal 20 September 2021, untuk memeriksa laporan-laporan penemuan tersebut.

Arkeolog BPCP Jatim, Yuni Atmi mengatakan, laporan tersebut paling banyak berasal dari Kelurahan Demangan dan Kuncen, Kecamatan Taman.

Di Kelurahan Demangan, warga telah menemukan umpak dan dorpel yang setelah dicek oleh tim BPCP memang barang zaman sejarah.

"Satu umpak sempat ditemukan warga, sudah kami lihat ya. (Memang) peninggalan lama, (dilihat) dari bentuknya dan dari bahannya," kata Yuni, Rabu (15/9/2021).

Sedangkan di Kelurahan Kuncen, BPCB menerima laporan ditemukannya punden di komplek makam Kuncen.

Saat ini, tim BPCP Jatim sedang melakukan ekskavasi atau penggalian untuk memastikan keberadaan benda-benda peninggalan kerajaan tersebut.

Jika memang dari hasil ekskavasi tersebut tidak ditemukan adanya benda bersejarah, maka tim akan bergeser dari titik satu ke titik lainnya yang menurut laporan warga ditemukan struktur bata atau benda sejarah lainnya.

Sebelum ke lokasi, Tim BPCP Jatim sendiri sudah melakukan pengkajian terlebih dahulu.

Termasuk proses ekskavasi di Jalan Bonokeling, Kelurahan Demangan.

"Kalau dari laporan Belanda, dari dokumen yang kami punya, memang ada (struktur bata zaman sejarah) di belakang rumah lurah tapi tidak diinformasikan berapa jaraknya," ucap Yuni.

"Kalau berdasarkan laporan warga memang ada sruktur bata saja, sama denga laporan jaman Belanda juga cuma struktur bata lama," lanjutnya.

Dari 4 kotak lubang yang sudah digali sementara, tim BPCB belum menemukan satupun benda bersejarah baik struktur bata, umpak, maupun dorpel seperti yang sudah ditemukan sebelumnya oleh warga.

"Rencana kami akan buka (menggali) sekitar 6 kotak, kalau tidak menemukan akan pindah ke titik lain. Sekitar 150 meter dari sini ada laporan penemuan juga," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved