Breaking News:

Berita Kota Kediri

Topeng Monyet Terus Berjuang di Masa Sulit, Monyet pun Membantu Cari Uang Sesuai Kontrak Kerja

tidak hanya manusia yang bekerja dengan sistem kontrak, kera ini pun berkeliling dengan kontrak kerjam meski tanpa BPJS Kesehatan

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Aksi topeng monyet keliling terlihat di kawasan Perumahan Kediri, Selasa (14/9/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Dalam bahasa Jawa disebut 'Tandhak Bedhes', pertunjukan topeng monyet tetap bertahan meski sudah melewati pergantian zaman. Seperti di eks Karesidenan Kediri, hiburan topeng monyet juga mencoba terus disuarakan saat masa pandemi yang sulit sekarang.

Topeng monyet yang menampilkan seekor monyet untuk beratraksi bak manusia, memang masih menjadi hiburan segar dan menyenangkan. Dengan membayar seikhlasnya, warga bisa menyaksikan atraksi monyet melakukan permainan yang mengundang gelak tawa.

Seperti aksi monyet bernama Joni yang terampil bermain egrang. Kera berusia 5 tahun itu mampu memperagakan berbagai permainan sesuai perintah pelatihnya.

Joni sudah setahun terakhir mengikuti Cipto, tuannya asal Cirebon, Jawa Barat untuk pertunjukan keliling kampung di eks Karesidenan Kediri. Bagi Cipto, Joni menjadi ladang penghasilannya. Setelah pertunjukan mendapatkan, ia sering dapat saweran dari masyarakat.

Jangan salah, tidak hanya manusia yang bekerja dengan sistem kontrak, kera ini pun berkeliling dengan kontrak kerjam meski tanpa jaminan BPJS Kesehatan. Menurut Cipto, kera Joni disewa dari seorang pawang kera yang telah melatih selama bertahun-tahun sejak masih kecil. Hanya kera yang sudah terlatih dan jinak yang bisa disewakan dengan sistem kontrak per bulan.

"Keranya saya sewa. Butuh waktu 2 tahun untuk melatih kera agar bisa bermain egrang," ungkap Cipto kepada SURYA.

Selain bermain egrang diiringi alunan musik khas topeng monyet, Joni telah terlatih bermain motor-motoran otoped, skuter dan naik sepeda. Adegan lainnya, adalah memperagakan gerakan sembahyang.

Diungkapkan Cipto, dari pertunjukan topeng monyet ia mendapatkan penghasilan yang lumayan. "Saat tanggapan lagi ramai bisa dapat Rp 200.000 sampai Rp 250.000 sehari. Hasilnya dibagi berdua," ungkapnya.

Cipto mengaku sudah menjelajah sejumlah daerah di eks Karesidenan Kediri untuk mengamen topeng monyet. Penghasilan dari mengamen topeng monyet dikirimkan untuk keluarganya yang ada di Cirebon.

"Selain di Kediri, kami biasa berkeliling kampung ke daerah Nganjuk. Warga banyak yang senang terutama anak-anak," ungkapnya.

Untuk perawatan dan makanan monyet juga tidak kesulitan. Karena semua makanan manusia juga disukai monyet. "Makannya selain buah-buahan, nasi, tahu dan tempe juga sayuran," tambahnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved