Breaking News:

Berita Lamongan

Tersita Program Vaksinasi Covid-19, Vaksin Reguler untuk Balita di Lamongan Malah Menipis

Hal itu diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, dr Taufik Hidayat dan membenarkan beberapa jenis vaksin memang sedang kosong

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Kepala Dinkes Lamongan, dr Taufik Hidayat. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Program vaksinasi yang terus menerus untuk mencegah penularan Covid-19, membawa dampak kurang baik untuk para balita. Karena ketersediaan vaksin reguler untuk para bayi malah sering terlambat, bahkan stok di Puskesmas semakin menipis.

Hal itu diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, dr Taufik Hidayat dan membenarkan beberapa jenis vaksin memang sedang kosong. Vaksin yang seharusnya diberikan untuk balita secara reguler di antaranya BCG (Bacille Calmette-Guérin), MR (Measles Rubella), Pentavalen dan IPV (Inactivated Poliovirus Vaccine).

Diakui Taufik, sejak sibuk dengan program vaksin Covid-19, vaksin reguler untuk balita banyak yang telat."Sejak ada vaksin Covid-19, ketersediaan vaksin rutin dari Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) di Provinsi Jatim bergantian yang kosong," ungkap Taufik kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Taufik menambahkan, bahwa pengadaan vaksin rutin untuk vaksinasi balita itu berasal dari Instalasi Farmasi Pusat (IFP). Tetapi informasi terakhir, katanya, Dinkes Provinsi Jawa Timur sedang melakukan proses pengadaan dari pusat.

Tidak disebutkan ada berapa balita yang memerlukan vaksinasi reguler saat ini.  Biasanya dari IFK kemudian dipasok atau disalurkan ke beberapa puskesmas setempat satu bulan sekali. Semua Puskesmas di Lamongan memperoleh vaksin program pemerintah melalui dinkes.

Saat ini, sebagian Puskesmas mengaku masih mempunyai vaksin, karena sisa stok beberapa bulan lalu. "Hanya saja, jumlahnya semakin menipis," kata Taufik. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved