Breaking News:

Berita Surabaya

Ledakan Bondet Sering Terjadi, Polda Jatim Edukasi Bahaya Keselamatan Manusia dan Lingkungan

Ledakan yang dihasilkan alat bondet, dalam skala berapapun, dan dengan tujuan apapun, berpotensi mengancam keselamatan manusia.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/galih lintartika
Puluhan rumah warga di Dusun Macanputih,Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan rusak akibat ledakan bondet, Sabtu (11/9/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Polda Jatim bakal menggiatkan kembali edukasi terhadap masyarakat, mengenai bahaya pembuatan bom ikan atau lazim disebut bondet.

Pembinaan masyarakat melalui siasat tersebut kembali digencarkan, mengingat adanya insiden ledakan bom bondet yang memakan korban jiwa dan korban luka, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, ayah dan anak warga Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Gondangwetan, Pasuruan, Ghofar (40) dan Mat Sidiq (60) tewas akibat ledakan besar yang berasal dari bondet berskala besar, Sabtu (11/9/2021).

Sedangkan dua orang lainnya, Fery (17) anak Ghofar, dan Imron (30) adik Ghofar, mengalami luka-luka.

Ledakan beradius lima kilometer tersebut, sontak merobohkan dua rumah, dan membuat belasan rumah di sekitarnya mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atapnya.

"Guna mengantisipasi kejadian serupa, kami mengimbau warga tidak lagi membeli atau merakit bahan peledak bondet atau sejenisnya, sekalipun untuk kepentingan menangkap ikan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (13/9/2021).

Ledakan yang dihasilkan alat bondet, dalam skala berapapun, dan dengan tujuan apapun, berpotensi mengancam keselamatan manusia.

Selain membahayakan manusia, ungkap Gatot, sebagaimana beberapa kasus penggunaan bondet yang terjadi di Jatim, dari tahun ke tahun, penggunaan bondet untuk kepentingan menangkap ikan, juga tidak bisa dibenarkan.

Baca juga: Pisah Sambut Kapolres Gresik yang Baru, Istri AKBP Arief Fitrianto Terharu dan Teteskan Air Mata

"Metode menangkap ikan menggunakan bondet juga tidak dibenarkan, atau sudah dikategorikan sebagai kegiatan yg dilarang, karena terbukti berpotensi merusak terumbu karang," jelasnya.

Gatot menerangkan, proses edukasi dan sosialisasi tersebut juga akan terus dilakukan di berbagai macam polres yang memiliki kawasan yang terbilang sering didapati insiden bondet.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved