Breaking News:

Berita Kota Kediri

Jadi Ikon di Kota Kediri, Perajin Kampung Tahu Makin Bersemangat Berinovasi Buat Camilan Dari Tahu

Beberapa jenis inovasi yang telah dilakukan di antaranya, camilan stik tahu, tahu walik, coklat tahu dan berbagai macam olahan tahu lainnya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Proses pembuatan tahu takwa yang berlangsung di Kampung Tahu Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kalau bicara Kota Kediri, pasti tahu sama tahu. Karena yang terlintas adalah penganan atau lauk bernama tahu. Selama beberapa generasi, Tahu Kediri dengan warna kuning khasnya alias Tahu Takwa sudah menjadi ikon kuliner yang diakui di seluruh tanah air.

Dan selama itu pula, inovasi terus dilakukan para perajin tahu seperti di Kampung Tahu di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri. Bahan baku tahu diolah menjadi berbagai macam produk makanan olahan dan camilan yang menyesuaikan selera zamannya.

Beberapa jenis inovasi yang telah dilakukan di antaranya, camilan stik tahu, tahu walik, coklat tahu dan berbagai macam olahan tahu lainnya.

Yusuf Iswanto, Lurah Tinalan menyebutkan, saat ini sebanyak 34 produsen tahu masih aktif berproduksi di sepanjang Kelurahan Tinalan Gang 4. Rata-rata pembuat tahu ini sudah berproduksi selama puluhan tahun secara turun-temurun.

Diungkapkan Yusuf, para produsen tahu telah membuat berbagai macam inovasi dari olahan tahu. Dan pihak kelurahan selalu berkomunikasi dengan paguyuban para produsen tahu ini.

"Agar keluh kesah mereka dapat tersalurkan serta dapat membantu mereka jika mengalami kendala," ungkap Yusuf, Selasa (14/9/2021).

Karena dalam menjalankan suatu usaha, diperlukan inovasi dan peluang usaha lain yang bisa dikembangkan dari bisnis yang dijalani. Upaya ini telah dilakukan Supingi, pemilik brand Stik Tahu Wijaya Kembar yang membuat camilan olahan makanan dari bahan tahu.

"Saya bergerak di bidang olahan makanan dari tahu karena peluang usahanya yang cukup besar. Kebanyakan para produsen tahu hanya membuat tahu saja, tidak membuat produk olahan lain. Saya lihat peluang makanan olahan dari tahu ini sangat besar," ungkap Supingi.

Sementara Jamaludin, pemilik dari brand Tahu 99 mengatakan, walaupun sudah pernah mengalami pasang surut, ia bertahan karena ingin menjaga tahu takwa sebagai makanan khas Kota Kediri.

"Kota Kediri tidak lepas dari makanan tahu, jadi saya masih bertahan di bisnis ini sejak 2005. Kalau ada wisatawan ke sini, pasti mereka akan mencari oleh-oleh tahu," ujar Jamaludin.

Jamaludin juga berterima kasih kepada Pemkot Kediri karena sudah menjadikan Tinalan Gang 4 menjadi wisata edukasi Kampung Tahu pada 2019. Ia adalah Ketua Paguyuban Kampung Tahu dan merasa bangga karena daerahnya dijadikan kampung tahu.

"Terima kasih atas perhatian dari Pemkot Kediri dan Wali Kota Kediri. Karena sudah menjadikan wilayah kami menjadi Kampung Tahu. Semoga dengan menjadi Kampung Tahu, bisa menjadi penyemangat kami sebagai produsen tahu di Kota Kediri," ungkapnya.

Sebelum pandemi Covid-19, banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Kediri untuk membeli oleh-oleh makanan olahan yang berasal dari tahu di Kampung Tahu.

Kota Kediri terkenal dengan sebutan Kota Tahu. Dari industri tahu kuning telah banyak membuka peluang kerja bagi masyarakat di Kota Kediri. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved