Breaking News:

Berita Lamongan

Harga Cabai di Lamongan Mulai Naik, Harga Telur Tetap Anjlok

Kini, harga cabai di pasar tradisional di Kabupaten Lamongan mulai kembali merangkak.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Para pedagang di Pasar Sidoharjo, Kabupaten Lamongan, mulai merasakan kenaikan harga cabai, Senin (14/9/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Beberapa waktu kemarin, harga cabai di Lamongan sempat mengalami penurunan harga. Kini, harga cabai di pasar tradisional di Kabupaten Lamongan mulai kembali merangkak.

Saat ini, harga cabai rawit berada di kisaran Rp 17.000 per kilogram, yang berarti mengalami kenaikan rata-rata Rp 4.000 dari beberapa waktu sebelumnya.

Cabai merah besar harganya di kisaran Rp 15.000 per kilogram. Sama dengan cabai rawit, harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan rata-rata Rp. 4.000 per kilogram.

"Harga cabai mulai merangkak naik di semua pasar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, M Zamroni kepada SURYA.CO.ID, Selasa (14/9/2021).

Menurut Zamroni, kenaikan harga cabai dipengaruhi beberapa hal, salah satunya adalah berakhirnya musim panen di kalangan petani cabai.

Ia melihat di daerah penghasil cabai di Lamongan juga sudah tidak ada yang panen. Lantaran masa panen sudah habis.

Harga Telur Tetap Anjlok

Berbeda dengan cabai yang harganya perlahan naik, harga telur ayam ras justru masih mengalami penurunan.

Saat ini harga telur di tingkat pedagang pasar berada di kisaran Rp 19.000 per kilogram, terjadi penurunan Rp 1.500 per kilogram.

"Harga telur turun karena berkurangnya permintaan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, M Zamroni.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved