Breaking News:

Berita Bangkalan

Awas Cuaca Ekstrem saat Pancaroba! BPBD Bangkalan Ingatkan Potensi Bencana dan Beberapa Penyakit Ini

Pancaroba merupakan suatu transisi atau pergantian musim kemarau menuju musim penghujan atau musim penghujan menuju musim kemarau

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Hujan dengan intensitas tinggi disertai petir dan angin menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan, termasuk di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Selasa (14/9/2021) 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Potensi terjadinya hujan lebat mulai tampak sekitar pukul 11.00 WIB ketika awan mendung tiba-tiba bergerak perlahan menggelayut dari arah Utara langit Kabupaten Bangkalan, Selasa (14/9/2021).

Hawa panas dari terik matahari sejak pagi seketika berubah sejuk, seolah menegaskan masa pancaroba telah tiba. Awan mendung berwarna abu-abu pun 'tak kuasa menahan beban'.

Gerimis mulai membasahi sejumlah wilayah di Bangkalan sekitar pukul 11.15 WIB. Pelahan, intensitas hujan terus meningkat disertai hembusan angin kencang dan diselingi suara petir.

Kondisi tersebut selaras dengan Peringatan Dini Cuaca Jawa Timur Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya tertanggal 14 September 2021.

Disebutkan, hujan lebat-sedang disertai petir dan angin kencang berpotensi menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Bangkalan; Kecamatan Kota, Arosbaya, dan Galis.

“Cuaca ekstrem di masa pancaroba biasanya terjadi paling lama tujuh hari,” ungkap Kepala Peaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Rizal Morris kepada SURYA.

Pancaroba merupakan suatu transisi atau pergantian antara dua musim, seperti musim kemarau menuju musim penghujan atau musim penghujan menuju musim kemarau. Biasanya, masa pancaroba ditandai cuaca yang cenderung tidak menentu. Seperti hembusan angin kencang disertai curah hujan dengan intensitas relatif tinggi.

Rizal menjelaskan, salah satu ciri umum kejadian cuaca saat periode peralihan musim adalah perubahan kondisi cuaca yang relatif lebih cepat. Di mana pada pagi-siang umumnya cerah-berawan dengan kondisi panas terik diikuti pembentukan awan yang ,dan hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat.

“Secara umum dapat terjadi pada periode siang-sore hari. Karena itu, kami mengimbau masyarakat Bangkalan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam memasuki masa pancaroba,” imbaunya.

Dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang beberapa wilayah di Bangkalan. Bencana tanah longsor mengakibatkan akses jalan di Desa Tlagah, Kecamatan Gais ambles hingga 20 meter, Sabtu (11/9/2021) malam.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved