Breaking News:

Berita Lamongan

61 Desa di Lamongan Akan Pilih Kepala Desa dalam Sehari, Pemkab Mulai Antisipasi Peta Kerawanan

"Pilkades serentak rencananya akan digelar antara Mei-Juni 2022 dan diikuti oleh 61 desa," kata Khusnul.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
ilustrasi
Ilustrasi Pilkades 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Ada puluhan desa yang akan ditinggalkan kepala desa lantaran berakhir masa jabatannya. Terhitung pada 8 September 2021 ada 61 desa yang jabatan kepala desanya akan dipegang oleh penjabat alias Pj kepala desa.

Jabatan kades itu akan terisi pada 2022 dengan digelarnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Untuk kepentingan itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lamongan telah melakukan persiapan untuk pelaksanaan Pilkades serentak tahun depan.

Menurut Kepala Dinas PMD, Khusnul Yaqin, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, di antaranya legalitas, penyusunan draf Perbup, pengarahan anggaran, skema pencoblosan, hingga pemetaan desa-desa rawan.

"Pilkades serentak rencananya akan digelar antara Mei-Juni 2022 dan diikuti oleh 61 desa," kata Khusnul kepada SURYA, Selasa (14/9/2021).

Sementara persiapan yang dilakukan Dinas PMD adalah penyusunan draf Perbup tentang Pilkades. Penyusunan draf Perbup itu mengacu pada Permendagri yang baru, yakni terkait pelaksanaan Pilkades di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, acuan itu harus dilakukan untuk mensukseskan pesta demokrasi di tingkatan desa yakni, Pilkades.

Selain penyusunan draft Perbup, Khusnul menambahkan, pihaknya juga akan memetakan desa-desa di Lamongan yang dinilai rawan saat pelaksanaan pilkades. Sehingga potensi kerawanan itu bisa diantisipasi dan ditekan sedini mungkin.

Sementara Dinas PMDmasih menyiapkan regulasinya dulu. Sedang untuk pemetaan desa-desa rawan baru akan dimulai awal 2022.

Menurut Khusnul, pada 2022 banyak kades yang sudah habis masa baktinya, sehingga BPD yang akan menggelar Pilkades untuk segera mensosialisasikan langkah-langkah kongkret lebih awal agar dapat menekan potensi instabilitas daerah.

"Pilkades serentak diikuti oleh 61 desa dalam satu kali tahap pemilihan, jadi akan membutuhkan manajemen yang tidak sederhana," ungkapnya.

Makanya, kata Khusnul, langkah preventif dan persiapan juga harus matang agar pelaksanaan pilkades berjalan lancar.

Disinggung anggaran untuk pilkades serentak, Khusnul belum mengetahui pasti karena anggaran tersebut masuk APBD 2022. Selain dibiayai APBD, pilkades juga boleh dibiayai dari APBDes yang sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015.

"Kalau besarannya tidak diatur, tetapi harus efesien sesuai kemampuan desa masing-masing," kata Khusnul.

Kabupaten Lamongan pernah beberapa kali menggelar pilkades serentak, tepatnya 17 September 2019 lalu yang diikuti 385 desa dan dilaksanakan dalam waktu sehari.

Sebelumnya, pilkades serentak juga pernah dilakukan, yakni pada 2013 yang diikuti 381 desa dan tahun 2017 yang diikuti 398 desa. Dan semua berlangsung sukses dan aman meski digelar hanya sehari selesai. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved