Breaking News:

Berita Jember

Tidak Sampaikan Telah Terpapar Covid-19, Peserta Tes CPNS di Jember Dinyatakan Gugur

Memberitahu H-1, atau paling lambat sebelum waktu ujian, peserta harus melapor ke panitia ujian jika mereka terkonfirmasi positif Covid-19

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Bupati Jember, Hendy Siswanto ketika memeriksa sarana dan prasana cuci tangan di lokasi tes SKD CPNS Jember, Senin (13/9/2021). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS tahun 2021 di Jember memang dituntut sehat saat mengikuti tes CPNS, juga harus terbukti sehat sampai setelah tes itu. Karena peserta SKD yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan dinyatakan tidak lolos tes jika terlambat memberitahu panitia ujian.

Koordinator Tim Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk tes SKD CPNS di Jember, Sri Hartini menuturkan, peserta yang positif Covid-19 harus segera memberitahu kepada panitia ujian.

"Memberitahu H-1, atau paling lambat sebelum waktu ujian, peserta harus melapor ke panitia ujian jika mereka terkonfirmasi positif Covid-19, dan tidak bisa mengikuti ujian. Karena kalau memberitahunya setelah ujian, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur atau tidak lolos," ujar Sri Hartini, Senin (13/9/2021).

Sebab peserta yang tidak bisa mengikuti ujian karena terkonfirmasi positif, BKN akan memberikan waktu ujian susulan. Mekanismenya pihak BKPSDM kabupaten/kota melapor ke BKN berapa banyak yang tidak bisa mengikuti ujian karena positif Covid-19.

Selanjutnya, BKN akan melakukan penjadwalan untuk ujian susulan itu. "Kalau waktunya nanti menyusul. Sedangkan lokasinya, tidak di daerah setempat, bisa jadi di kantor regional BPN," lanjutnya.

Kabupaten Jember mendapatkan kuota 634 formasi dalam rekruitmen CPNS tahun 2021. Ujian SKD CPNS digelar mulai 14 hingga 19 September 2021.

Peserta ujian SKD CPNS Jember sebanyak 3.342 orang. Ujian berbasis komputer itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Setiap satu sesi ujian hanya diikuti oleh 200 orang.

Sebelumnya, Bupati Jember, Hendy Siswanto juga memeriksa persiapan pelaksanaan ujian SKD CPNS tersebut. Termasuk peralatan protokol kesehatan (prokes) untuk panitia, peserta dan tempat tes.

Di jalur masuk tempat tes, juga ada pemeriksaan tes tubuh peserta ujian. Selain memastikan bahwa semua piranti prokes bisa menjamin SKD CPNS itu bebas Covid-19, Hendy juga menyiapkan genset sebagai back-up aliran listrik yang disediakan oleh PLN.

"Kami meminta garansi kepada PLN supaya tidak ada pemadaman listrik di lokasi ini. Kami juga menyiapkan genset sebagai back-up," tegas Hendy.***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved