Breaking News:

Berita Blitar

Nenek Pengepul Rongsokan di Blitar Masuk Kobaran Api, Diselamatkan Aksi Heroik Tetangganya

Menurut Burhanudin, kejadian itu bermula dari tempat usaha korban di belakang rumahnya terbakar sekitar pukul 08.00 WIB.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Petugas memeriksa puing rumah di Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar yang juga membakar nenek pemilik rumah, Senin (13/9/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Tumpukan barang bekas yang susah payah dikumpulkan merupakan harta berharga bagi nenek Sri Mayati (62), seorang pengepul barang rongsokan di Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Bahkan demi menyelamatkan tumpukan rongsokan yang terbakar di gudang rumahnya, si nenek sampai terjun ke dalam kobaran api dan ikut terbakar.

Nenek Sri masuk ke dalam kobaran api yang membakar barang rongsokan itu bukan dengan sengaja, melainkan karena terpeleset saat mati-matian mencoba memadamkannya. Karena para tetangganya terlambat datang, si nenek harus bolak-balik membawa air dengan ember dan menyiramkan ke arah api.

Saat panik itulah, ia terpeleset lalu terjatuh dan terbakar. Kejadian tragis pada Senin (13/9/2021) pagi itu mengakibatkan korban terluka bakar serius. Namun korban bisa diselamatkan berkas keberanian para tetangganya dan bisa dibawa ke RSUD Ngudi Waluya, Wlingi meski dalam kondisi pingsan.

"Saat dilarikan ke rumah sakit, korban pingsan karena menderita luka bakar. Sebab korban sempat terbakar beberapa menit sebelum warga datang dan menyelamatkannya," kata Kapolsek Garum, Iptu Burhanudin.

Menurut Burhanudin, kejadian itu bermula dari tempat usaha korban di belakang rumahnya terbakar sekitar pukul 08.00 WIB. Karena masih pagi, korban masih sendirian karena para karyawannya yang biasa bekerja untuk memilih barang bekas, belum ada yang datang.

Penyebab kebakaran belum diketahui pasti, namun diduga berasal dari korsleting listrik di dalam gudang rongsokan berukuran 15x20 meter itu. "Memang belum diketahui pasti namun di gudang itu ada radio yang tak pernah dimatikan. Entah korsleting (dari radio) atau bukan, kami masih mendalaminya," ungkapnya.

Ketika api mulai berkobar, bukan hanya korban yang kaget tetapi juga warga sekitar. Apalagi pagi itu korban sendirian di rumah. Begitu tahu ada kobaran api di dalam gudang berisi barang rongsokan yang begitu berharga baginya, korban panik. Tanpa memikirkan resikonya, ia langsung berlarian sendirian mengambil air dalam ember dan disiramkan ke api yang mulai membesar.

Penyiraman dengan ember itu dilakukanya berkali-kali karena warga belum ada yang datang. Warga belum tahu ada kebakaran karena gudang rongsokan itu berada di belakang rumah korban dan agak terpisah dengan rumah warga lainnya.

"Tanpa berteriak-teriak dan minta tolong, si nenek berusaha memadamkan api sendiri, dengan mengambil air dengan timba," terang Burhanudin.

Tetapi usia memang tidak bisa menipu, perempuan tua itu diduga kelelahan dan kemudian terpeleset. Celakanya, ia malah terpeleset jatuh ke dalam kobaran api yang berkobar di tumpukan rongsokan yang berusaha diselamatkannya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved