Breaking News:

Berita Tulungagung

Kurang Tujuh Tahun Pensiun, Pujiati Tetap Semangat Ikut Ujian PPPK Guru di Tulungagung

Alhamdulillah, selama ini kan belum ada kesempatan PPPK untuk guru honorer. Saya senang meski dalam hati deg-degan

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/david yohannes
Pujiati (53) bersiap di komputer untuk ujian PPPK guru SD. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Pujiati (53) terlihat sedikit tegang saat di ruang tunggu tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMKN 2 Boyolangu, Senin (13/9/2021) pagi.

Guru kelas 2 SDN 2 Gempolan, Kecamatan Pakel ini adalah peserta paling senior di antara 3.697 guru sukarelawan SD dan SMP yang ikut tes.

"Alhamdulillah, selama ini kan belum ada kesempatan PPPK untuk guru honorer. Saya senang meski dalam hati deg-degan," ucapnya.

Pujiati mengaku sudah menjadi guru honorer lebih dari 13 tahun.

Dengan usianya saat ini, Pujiati masih punya masa pengabdian tujuh tahun lagi.

Dirinya berharap di sisa masa pengabdiannya bisa mendapatkan status PPPK.

Dengan status PPPK, guru non-PNS akan mendapatkan berbagai tunjangan seperti guru PNS.

Baca juga: Satgas Covid-19 Buka Layanan Tes Swab Antigen Gratis di Alun-alun Kota Blitar

Dengan demikian kesejahteraan lebih baik, meski tidak akan mendapatkan pensiun.

"Dengan masa pensiun usia 60 tahun, masih ada kesempatan. Semoga saja," warga Desa Malasan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Sebenarnya Pujiati telah mulai mengabdi sebagai guru selepas lulus S1 Universitas terbuka.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved