Breaking News:

Berita Tuban

Kerap Terobos Jalan Desa, Truk Kontainer Picu Kerusakan Rumah Warga; Dishub Tuban Janjikan Mediasi

Kendaraan berat tersebut keluar masuk untuk mengangkut barang dari pabrik pengolahan ikan yang beroperasi di ujung gang.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Deddy Humana
Kerap Terobos Jalan Desa, Truk Kontainer Picu Kerusakan Rumah Warga; Dishub Tuban Janjikan Mediasi - kontainer-ikan-masuk-gang-kampung-tuban-1.jpg
surya/mochamad sudarsono
Truk kontainer ikan menerobos lewat gang sempit perkampungan menuju PT Kelola Mina Laut Tuban, Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo Tuban, Senin (13/9/2021).
Kerap Terobos Jalan Desa, Truk Kontainer Picu Kerusakan Rumah Warga; Dishub Tuban Janjikan Mediasi - kontainer-ikan-masuk-gang-kampung-tuban-2.jpg
surya/mochamad sudarsono
Aksi protes warga terkait aktivitas truk kontainer yang masuk gang pemukiman dan menunjukkan kerusakan yang ditimbulkan

SURYA.CO.ID, TUBAN - Protes ditunjukan masyarakat Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo Tuban atas aktivitas truk kontrainer pengangkut ikan yang nekad melintas lewat gang sempit di permukiman setempat.

Truk tersebut masuk gang sempit menuju pabrik ikan PT Kelola Mina Laut Tuban, Unit Surimi. Warga pun protes atas keluar masuknya truk selama bertahun-tahun.

Tidak hanya terganggu suara keras dari mesin truk yang membuat warga tak nyaman. Tetapi melintasnya kendaraan raksasa di jalan sempit yang bukan kelasnya itu, sampai menabrak pagar rumah, merontokkan genteng dan menyebabkan dinding rumah warga retak-retak, karena getaran yang ditimbulkan.

"Tolak keras truk kontainer lewat jalan desa, mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekitar," tulis warga lewat sebuah poster saat aksi protes, Senin (13/9/2021).

Menurut Sukari, salah satu warga, lalu lalang truk kontainer seperti ini berlangsung setidaknya empat kali seminggu. Kendaraan berat tersebut keluar masuk untuk mengangkut barang dari pabrik pengolahan ikan yang beroperasi di ujung gang.

Protes dari warga sudah tidak terhitung, namun belum juga mendapat tanggapan dari pihak perusahaan. Bahkan aktivitas truk pengangkut limbah kerap meninggalkan bau yang tak sedap, hingga membuat warga mengalami mual, pusing dan muntah-muntah.

"Bisa dilihat bagaimana kerusakan yang ditimbulkan aktivitas truk kontainer. Kini warga menempel kertas berisi tuntutan dan keluhan di depan rumah masing-masing," ujar warga itu.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban, Gunadi menyatakan, izin lalu lintas perusahaan diketahui telah mengajukan analisis dampak lalu lintas atau andalalin ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena dekat dengan jalan nasional.

Namun pada sidang pertama, perusahaan direkomendasikan agar membuat jalan alternatif lain untuk memecahkan masalah ini. Apakah kini Kemenhub belum mengeluarkan rekomendasi atau pihak pabrik yang belum menjalankan, belum diketahui hasilnya.

"Sudah ada aduan, akan kami segerakan mediasi antara pihak desa, kecamatan dan pihak pabrik serta warga untuk menyelesaikan persoalan ini," janji Gunadi.

Sekadar diketahui, pabrik pengolahan ikan itu telah beroperasi selama 30 tahun. Awalnya truk kontainer menunggu di tepi jalan Pantura, sedangkan yang masuk melintasi gang hanya kendaraan kecil.

Namun sekitar enam tahun belakangan, truk langsung masuk menuju pabrik yang ada di ujung gang. Warga berharap pabrik tetap beroperasi, namun aktivitas kontainer dialihkan tidak melewati gang pemukiman warga. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved