Breaking News:

Berita Kota Kediri

Giatkan Produk UMKM agar Go Interntional, Pemkot Kediri Menempuh Serangkaian Cara Luar Biasa Ini

Ada pula 'Kenyang Berhadiah' yaitu Undian berhadiah bagi pembeli di resto/warung makan yang tercatat sebagai wajib pajak daerah.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Dialog Interaktif Pemulihan Ekonomi Nasional untuk pengembangan UKM Lingkar Wilis di Ruang Media Center Aula Lantai 3 Kantor Bea Cukai Kediri, Senin (13/9/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Prospek pasar untuk produk UMKM Kota Kediri diyakini sudah memenuhi standar untuk menjadi komoditas ekspor. Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat memaparkan prospek dan perkembangan UMKM Kota Kediri dalam Dialog Interaktif Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (13/9/2021).

Dialog interaktif untuk pengembangan UKM Lingkar wilis itu dihelar dari Ruang Media Center Aula Lantai 3 Kantor Bea Cukai Kediri. Kegiatan virtual juga diikuti oleh Atase Keuangan dan Atase Perdagangan KBRI Singapura, pelaku UMKM serta pegiat ekspor.

Diungkapkan Abu Bakar, UMKM di Kota Kediri memiliki prospek yang sangat besar. Karena itulah Pemkot Kediri bersama stakeholder harus ikut mendorong agar nantinya UMKM bisa menjual produknya hingga ke luar negeri.

Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, jumlah usaha non pertanian di Kota Kediri ada 39.932 unit usaha, yang terdiri 38.806 usaha mikro kecil dan 1.126 usaha menengah besar.

Sejak pada 2017, kabupaten/kota memegang wewenang untuk melakukan pembinaan pada usaha mikro. Sedangkan usaha kecil dan menengah menjadi wewenang provinsi. Tercatat ada 5.400 usaha mikro yang menjadi binaan Dinkop UMTK Kota Kediri. Di mana usaha makanan minuman mendominasi dengan jumlah 55 persen.

"Dan saat ini semua pihak harus adaptatif karena sudah banyak contoh usaha yang akhirnya harus gulung tikar karena tidak siap menghadapi perubahan zaman. Pemkot Kediri dan masyarakat juga harus beradaptasi," urai Mas Abu, sapaan wali kota.

Atase Keuangan dan Atase Perdagangan KBRI Singapura dan perwakilan dari Bea Cukai juga hadir untuk menjelaskan bagaimana pentingnya Singapura terhadap dunia perdagangan. "Selanjutnya, IKM Kota Kediri kita kumpulkan untuk diinkubasi. Setelah nanti diinkubasi harapannya ada yang bisa ekspor," jelasnya.

Sementara dukungan Pemkot Kediri bagi pelaku UMKM Lokal terus dilakukan demi menjaga keberlangsungan usaha terlebih di masa pandemi saat ini. Seperti meluncurkan inovasi Belanja Instan dari Rumah (BI Imah), di mana pasar tradisional dan retail modern siap memberi layanan belanja dari rumah serta home delivery.

Ada pula 'Kenyang Berhadiah' yaitu Undian berhadiah bagi pembeli di resto/warung makan yang tercatat sebagai wajib pajak daerah.

“Kita juga mendukung resto-resto yang saat itu tidak boleh makan di tempat karena semuanya harus take away. Selain itu kita juga membeli 95.000 masker berbahan Tenun Ikat Kediri karena masa pandemi juga berimbas pada usaha mereka,” jelasnya.

Pendampingan UMKM untuk digitalisasi melalui workshop foto/video, social media marketing, desain packaging, standar pangan, hingga kerja sama dengan perusahaan digital dan dukungan permodalan juga dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved