Breaking News:

Berita Gfresik

6 Bulan Penyelidikan Belum Ada Tersangka Dugaan Korupsi PDAM Gresik, Aliansi LSM Serbu Kantor Pemkab

Koordinator Lapangan (Korlap) unjuk rasa, Syaifudin mengatakan, penyidik KPK telah memeriksa para pejabat PDAM Giri Tirta dan rekanannya sejak Maret

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Aliansi LSM Gepal menggelar unjuk rasa soal korupsi PDAM di depan DPRD Kabupaten Gresik sambil membagikan sembako ke masyarakat kecil, Senin (3/9/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat yang tergabung dalam ‘gerakan penolak lupa' (Gepal) menggelar unjuk rasa mendesak KPK untuk mengusut kasus dugaan korupsi di PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik, Senin (13/9/2021). Sebab, sudah beberapa bulan penyelidikan dugaan korupsi berhenti.

Unjuk rasa tersebut berlangsung di halaman Kantor DPRD Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim Gresik. Massa berorasi mendesak dan membagikan sembako kepada masyarakat miskin kota sebagai simbol kemiskinan akibat tingkah laku para koruptor.

Koordinator Lapangan (Korlap) unjuk rasa, Syaifudin mengatakan, penyidik KPK telah memeriksa para pejabat PDAM Giri Tirta dan rekanannya sejak Maret 2021. Tetapi sampai saat ini atau hampir enam bulan, belum juga tersangka.

Menurut Syaifudin, penyidik KPK dikabarkan telah meminta keterangan dari para pihak. Di antaranya mantan Direktur PDAM yaitu Muhammad dan para rekanan pengadaan air bersih yaitu PT Dewata Bangun Tirta dan PT Drupadi Agung Lestari.

Proyek pengadaan air bersih yang dibidik KPK yaitu tahun 2012 dengan total nilai investasi sebesar Rp 133 miliar.Proyek itu melibatkan PT Dewa Bangun Tirta yang mengerjakan pekerjaan senilai Rp 47 miliar dan PT Drupadi Agung Lestari sebesar RP 86 miliar.

“Dari para pejabat di PDAM Gresik sudah banyak yang dimintai keterangan. Namun, hampir enam bulan belum juga ada tersangkanya,” kata Syaifudin.

Lebih lanjut Syaifudin mengatakan, dampak dari dugaan korupsi di PDAM Giri Tirta Gresik, mengakibatkan pelayanan air bersih tidak mengalir ke masyarakat Gresik.

Selain itu, kemiskinan juga semakin dirasakan masyarakat, sebab seharusnya uang untuk rakyat kecil diduga dikorupsi oleh pejabat-pejabat PDAM.

“Kita membagikan sembako dan vitamin kepada masyarakat kecil, sebagai simbol kemiskinan di Gresik semakin dirasakan masyarakat. Di mana air bersih tidak mengalir. Akibatnya, warga harus mengeluarkan uang untuk membeli air bersih,” katanya.

Selain mendesak KPK, pengunjuk rasa juga menuntut kepada pemda agar menggratiskan biaya kesehatan, gratiskan biaya pendidikan, hentikan kriminalitas terhadap aktivis, gratiskan biaya tes PCR dan hentikan PHK sepihak.

Unjuk rasa berlangsung tertib dan mematuhi protokol kesehatan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Gresik. Dan massa akhirnya membubarkan diri setelah sembakonya habis dibagikan. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved