Breaking News:

Berita Lamongan

Yayasan di Lamongan yang Naungi Mantan Napi Teroris Gelar Pengajian, Angkat Isu Taliban

Setelah lama libur selama PPKM, Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) beranggotakan para mantan napi teroris (napiter) kembali menggelar program Pengajian

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Ketua YLP, Ali Fauzi membeber pola aksi Taliban dahulu dan sekarang diacara pengajian jalan terang di serambi Masjid Baitul Muttaqin Tenggulun Solokuro, Lamongan, Sabtu (11/9/2021) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Setelah lama libur selama PPKM, Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) beranggotakan para mantan napi teroris (napiter) kembali menggelar program Pengajian Jalan Terang.

Awal pengajian jalan terang diselenggarakan setelah Lamongan masuk Level 1 ini langsung mengangkat soal Taliban dengan tema Pola Aksi Taliban Dahulu dan Sekarang.

Pengajian digelar di serambi Masjid Baitul Muttaqin di komplek YLP, Sabtu (11/9/2021) malam. Ketua Yayasan YLP yang juga mantan teroris dan pentolan JI, Ali Fauzi menyesuaikan  topik yang diangkat dengan mendatangkan mantan teroris dan Instruktur Mujahidin Afganistan, Abul Bilal.

Selain Abu Bilal sebagai narasumber yang memberikan testimoni diawali prolog oleh Ali Fauzi yang membeberkan sejarah Uni Soviet dengan 15 negara bagian di Uni Soviet, merambat  Afganistan dan sejarah Taliban itu sendiri.

Saat dibuka ruang tanya jawab sebelum testimoni Abu Bilal, seorang  mengemukakan pertanyaannya terkait dengan munculnya sikap senang dan tidak senang sebagian warga Indonesia atas keberhasilan Taliban menguasai Kabul Afganistan.

Bagaimana dengan kemungkinan adanya efek jangka panjang dari kebangkitan Taliban di Afganistan dengan pergerakan kelompok teroris di Indonesia yakni soal kemananan manusia ?  serta pola kekerasan yang dilakukan Taliban di Afganistan kala itu?

Ali Fauzi mengemukakan, akan ada efek dengan kemenangan Taliban, namun untuk sementara harus ditunggu karena Taliban saat ini  masih menyusun pemerintahan baru. "Jadi juga masih wait and see, " katanya.

Saat ini,  Taliban Afganistan juga tidak menerima pendatang dari luar negeri, Foreign Terrorist Fighters  (FTF) atau pejuang. Kalau ada orang asing  pasti ditangkap. Sebaliknya, orang asing yang masih bertahan di Afganistan juga ditangkap dan dipulangkan.

"Ada dua orang Malaysia datang ke Afganistan kemarin juga ditangkap. Jadi untuk sementara ini jangan ke Afganistan dulu, " pesannya.

Ali Fauzi yang juga mantan instruktur perakit bom ini menambahkan terkait undang-undang baru pasal terorisme.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved