Breaking News:

Berita Tulungagung

Ribuan GTT Berebut 846 Formasi PPPK Tulungagung, Peserta Reaktif Covid-19 Tetap Bisa Ikuti Tes

Terbukti dalam setiap pembekalan yang diadakan PGRI selalu ramai diikuti para calon peserta. “Kami sudah mengadakan 10 kali bimbingan

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Suasana tes SKB CPNS Kabupaten Tulungagung pada formasi 2019. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Sekitar 3.500 guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Tulungagung akan mengikuti tes rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai Senin (13/9/2021). Panitia seleksi juga menggandeng Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memastikan kondisi kesehatan setiap peserta.

Anggota Satgas Pengendali Operasional Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Dedi Eka Purnama mengatakan, setiap peserta wajib menjalani rapid test antigen.

“Para peserta dilayani rapid test antigen di Puskesmas di wilayahnya masing-masing. Dan itu sudah difasilitasi oleh Dinas Kesehatan,” terang Dedi, Minggu (12/9/2021).

Rapid test antigen dilakukan, Minggu (12/9/2021), satu hari sebelum pelaksanaan seleksi. Namun bagi mereka yang hasil tesnya reaktif, tetap akan dilayani untuk mengikuti tes seleksi PPPK.

Hanya saja peserta yang reaktif itu diminta melapor ke panitia penyelenggara, lalu diteruskan panitia lokal. “Kalau mereka tidak ikut tes kan gagal, haknya jadi hilang. Karena itu mereka tetap bisa ikut tes,” sambung Dedi.

Jika ada peserta yang melapor hasil tes reaktif, maka panitia akan menyediakan ruangan tersendiri. Peserta akan menjalani tes di bilik isolasi, terpisah dari peserta lainnya.

Panitia juga akan membuatkan jalur khusus, agar peserta yang diduga terkonfirmasi Covid-19 aagr tidak berbaur dengan peserta lain. “Tanpa menghilangkan hak mereka untuk ikut tes, mereka diminta untuk ikut jalur khusus yang disiapkan. Ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada potensi penularan,” tutur Dedi.

Sementara Ketua PGRI Tulungagung, Muhadi mengaku yakin seluruh formasi akan terisi semuanya. Sebab antusiasme para GTT untuk ikut rekrutmen PPPK di Tulungagung sangat tinggi.

Terbukti dalam setiap pembekalan yang diadakan PGRI selalu ramai diikuti para calon peserta. “Kami sudah mengadakan 10 kali bimbingan. Semuanya diikuti calon peserta tes dengan antusias,” tutur Muhadi.

PGRI juga banyak memberikan soal-soal pelatihan untuk para GTT yang akan ikut tes PPPK. Karena itu Muhadi yakin tidak ada formasi yang dikembalikan.

Dari segi usia, peserta ujian 50 persen berusia di bawah 40 tahun dan 50 persen di atas 40 tahun. “Bahkan ada yang usia 54 tahun yang ikut tes. Jadi masa pengabdiannya sisa 4-5 tahun,” pungkas Muhadi.

Dalam tes kali ini, ada 846 formasi guru PPPK tingkat SD, SMP, SMA/SMK yang diperebutkan para peserta. Panitia menyiapkan lima sekolah untuk lokasi tes, yaitu SMKN 1 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMKN 3 Boyolangu, SMAN 1 Kedungwaru, dan SMAN 1 Ngunut.

Status PPPK menjadi harapan terakhir GTT karena sulitnya menjadi PNS. Dengan status PPPK mereka akan mendapatkan berbagai tunjangan seperti guru PNS, namun mereka tidak mendapatkan pensiun. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved