Breaking News:

Berita Lamongan

Bupati Lamongan Tinjau Uji Coba Pembukaan Goa Maharani, Aturan untuk Pengunjung Sedikit Longgar

Serta pembatasan jumlah pengunjung 25 persen dari kapasitas, bahkan jam operasional dibatasi hanya sampai pukul 16.00 WIB.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi memberi makan pada jerapah koleksi Maharani Zoo dan Goa Lamongan (Mazoola), Minggu (12/9/2021), di masa uji coba pembukaan objek wisata outdoor saat pandemi. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Maharani Zoo dan Goa Lamongan (Mazoola) kini ditetapkan sebagai salah satu areal uji coba obyek wisata outdoor Indonesia yang dibuka untuk umum. Kepastian itu ditetapkan setelah Lamongan masuk PPKM Level 1 atas dasar rilis Kemenkes RI.

Dengan penyematan level 1 itu, berarti Lamongan sudah dinilai lebih aman untuk menghidupkan kembali kegiatan yang mendatangkan banyak orang secara terbatas. Juga pelonggaran kegiatan seperti sekolah, berwisata dan kegiatan ekonomi.

"Benar, kita sudah berada di PPKM Level 1 dan baru satu obyek wisata yang diujicobakan dibuka untuk umum," kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi kepada SURYA, Minggu (12/9/2021).

Dan Mazoola di sekitar areal Wisata Bahari Lamongan (WBL) menjadi salah satu obyek wisata outdoor yang masuk uji coba pembukaan untuk umum.

Untuk pembukaan itu, pihaknya telah melakukan sidak ke Mazoola saat menyambut para pengunjung pertama dengan segala aturanterkait protokol kesehatan (prokes).  Dan tentu aturannya hanya sedikit dilonggarkan.

Untuk kepentingan keamanan pengunjung dan pihak manajemen, Mazoola telah masuk pada aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi itu menjadi salah satu syarat agar calon pengunjung bisa memasuki objek wisata. “Jadi pengunjung harus menunjukkan aplikasi PeduliLindungi," ungkapnya.

Batasan bukannya tidak ada, karena anak dengan usia di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan masuk objek wisata. Selain itu pengunjung masih harus memakai masker, penggunaan thermal scanner.

Serta pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 25 persen dari kapasitas, bahkan jam operasional dibatasi hanya sampai pukul 16.00 WIB.

Dibukanya Mazoola, menurut Yuhronur, adalah salah satu upaya menggerakkan perekonomian dari sektor pariwisata di masa pandemi dengan aturan-aturan dan batasan sesuai Inmendagri yang sudah dikeluarkan sesuai asesmen level PPKM.

Selain pembukaan objek wisata, dalam Inmendagri juga dijelaskan mengenai pelonggatan hajatan dengan aturan yang wajib dipatuhi pemilik hajatan, termasuk para tamu.

Dalam Surat Edaran Nomor 443.2/112/413.011/2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 Lamongan yang merujuk Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021, dijelaskan bahwa hajatan sudah diperbolehkan dengan pengaturan prokes ketat, pembatasan 25 persen dari kapasitas ruangan.

Penyediaan fasilitas prokes seperti thermal scanner, masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer serta ada koordinasi dengan satgas desa dan kecamatan. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved