Breaking News:

Berita Surabaya

Bantu 25 ton Beras Untuk MBR, Kepedulian Sosial HIPMI Jatim Menuai Apresiasi Gubernur Jatim

HIPMI Jatim siap bersinergi dengan provinsi dalam menyukseskan berbagai program melalui sinergitas bersama

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Deddy Humana
HIPMI Jatim
Penyerahan bantuan beras HIPMI Jatim untuk MBR melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang diterima Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Minggu (12/9/2021). 

"Produksi padi di sana tergantung pada tadah hujan, makanya saya berniat untuk memindahkannya ke Jatim karena produksi padi terbesar ada di Jawa,” beber Rois.

Khofifah menyambut gembira atas keinginan tersebut. Menurutnya, Jatim adalah daerah penghasil padi terbesar. "Salah satu daerah penghasil terbesar adalah Lamongan, kemudian Ngawi dan Bojonegoro," jelas Khofifah kepada Rois.

Tetapi beras di Lamongan sebagian besar adalah beras medium, bukan premium. Untuk menjadikannya premium menurut Khofifah diperlukan fasilitas atau peralatan seperti dryer agar padi memiliki kekeringan yang cukup sehingga saat digiling, tingkat patahnya kecil.

“Tidak harus beralih menanam jenis padi yang berbeda karena kualitas beras medium ini bisa diubah menjadi premium dengan penanganan, salah satunya bed dryer," jelas Khofifah.

Alat ini akan membantu pengeringan sehingga saat diolah brokennya kecil. Kalau beras sudah utuh, kandungan air kecil, maka akan jadi premium, harga akan melonjak. "Sesederhana itu tetapi tidak semua daerah paham dan memiliki itu,” ujarnya.

Di Jatim, produktivitas padi juga sangat besar, rata-rata mencapai 9 ton per hektare. Bahkan ada yang produktivitasnya mencapai 14 ton per hektar. Tetapi banyak petani yang menjualnya langsung ke pengepul di sawah.

Biasanya pengepul membawa mesin panen, combine harvester sendiri ke sawah dan memanennya. Mesin ini mengurangi tingkat losses hingga 10 persen. Dan petani belum ada yang memiliki mesin tersebut, sehingga memotong padi secara manual.

Selain produksi padi besar, Jatim juga menjadi penyangga kebutuhan beras untuk 16 provinsi di wilayah Indonesia Timur.

“Di sini potensi lebih besar dan marketable. Apalagi konektivitas di HIPMI daerah itu sangat bagus. Pangan harus diperkuat karena isunya sekarang dunia sedang menghadapi krisis pangan,” cerita Khofifah.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga sangat berterimakasih atas bantuan beras yang diberikan HIPMI Jatim dan akan disalurkan dengan sebenar-benarnya.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved