Breaking News:

Berita Surabaya

Aplikasi Bansos Online Cegah Penerima Ganda, Coret 11.546 Warga Surabaya Karena Pernah Dapat Bantuan

Rencananya pekan ini pemkot segera mendistribusikan bantuan berdasarkan data di aplikasi yang usulannya telah diverifikasi dan diterima.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Deddy Humana
Humas Pemkot Surabaya for Surya
Petugas mengemas sembako yang akan disalurkan kepada warga pemohon bansos online di Surabaya, Jumat (10/9/2021) lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pembukaan aplikasi bantuan sosial (bansos) secara online dari Pemkot Surabaya, mendapat respons tinggi dari warga Surabaya. Sudah ada sebanyak 29.284 warga Surabaya mengajukan bansos melalui aplikasi itu namun ternyata sekitar 40 persen pemohon tertolak dan hanya 6.187 warga yang diterima.

Dari sebanyak 29.284 pemohon, sebanyak 11.546 ditolak sementara 11.551 lainnya belum diverifikasi.

Sejak Agustus 2011, Pemkot memfasilitasi pengajuan Bansos secara online. Aplikasi Bansos ini masih berbasis web, Aplikasi Usul Bansos tersebut masih berbasis web. Yakni melalui laman https://usulbansos.surabaya.go.id.

Animo warga untuk mendapatkan bantuan di tengah pandemi itu memang tinggi. Rencananya pekan ini pemkot segera mendistribusikan bantuan berdasarkan data di aplikasi yang usulannya telah diverifikasi dan diterima.

"Warga yang tersebar di 31 kecamatan merata mengajukan bansos melalui aplikasi Bansos tersebut. Banyak yang tertolak karena mereka sudah menerima bantuan lain. Aplikasi ini untuk mengakomodasi yang belum mendapat bantuan," kata Kepala Diskominfo Surabaya, M Fikser, Minggu (12/9/2021).

Sebanyak 6.187 usulan bansos yang sudah diterima itu rencananya akan mendapatkan bantuan dalam sepekan ini. Dan pemkot tengah menyiapkannya.

Sedangkan 11.546 usulan yang ditolak ternyata sudah mendapatkan bantuan. Seperti bantuan BST (Bantuan Sosial Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan). Selain itu mereka menjadi penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari Kementerian Sosial (Kemensos) maupun sembako dari Pemkot Surabaya serta Pemprov Jatim.

Secara sistem mereka ditolak karena terlacak melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK). Secara otomatis, sistem dalam aplikasi Usul Bansos akan menolak nama atau pengusul tersebut. Artinya mereka otomatis keluar (tercoret).

Sedangkan 11.551 jumlah usulan yang belum diverifikasi tersebut, Fikser menyebut, saat ini masih proses verifikasi petugas di lapangan. Baik petugas kecamatan maupun kelurahan.

Apabila sudah dilakukan verifikasi dan warga tersebut layak, maka otomatis usulan tersebut akan diterima. Bahkan apabila warga itu berpotensi dimasukkan ke dalam data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), maka petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) selanjutnya melakukan verifikasi.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved