Breaking News:

Berita Nganjuk

Aktivitas Masyarakat Nganjuk Belum Longgar di Level 2, Pemkab Tunggu Surat Resmi dari Pusat

M Yasin mengatakan, pihaknya menerima informasi turunnya level PPKM di Nganjuk dari informasi secara online.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, M Yasin. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Turunnya Nganjuk dari level 3 menjadi level 2 dari hasil assessment PPKM, belum ditindaklanjuti sepenuhnya oleh Satgas Penanganan Covid-19. Artinya, Pemkab Nganjuk belum mulai memberi kelonggaran pada aktivitas masyarakat karena belum mendapat kepastian resmi atas status di level itu.

Sampai sekarang Satgas Covid-19 Nganjuk memang belum menerima surat resmi tentang penurunan level 2 PPKM dari Satgas Penanganan Covid-19 tingkat Nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, M Yasin mengatakan, pihaknya menerima informasi turunnya level PPKM di Nganjuk dari informasi secara online.

"Tentunya kami ucapkan Alhamdulillah kalau Kabupaten Nganjuk turun ke level 2 dalam PPKM. Dan ini wujud dari kerjasama semuanya dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19," kata M Yasin, Minggu (12/9/2021).

Dijelaskan Yasin, nantinya bila penurunan level PPKM telah resmi ditetapkan maka hal itu tidak boleh disikapi dengan berlebihan. Terlebih eforia itu sampai tidak mengindahkan penerapan prokes.

Karena meski level PPKM turun ke level 2 bukan berarti semuanya bebas. Ini dikarenakan pandemi Covid-19 belum selesai dan potensi peningkatan kasus positif Covid-19 masih cukup tinggi.

"Maka dari itu, kami tetap mengimbau semua lapisan masyarakat di Kabupaten Nganjuk tetap patuh prokes dengan menjalankan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan)," ucap Yasin.

Sedangkan kemungkinan aktifitas dan kegiatan masyarakat diberikan tambahan keleluasaan, tambah Yasin, akan dilakukan secara bertahap pada PPKM level 2.
Seperti pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah dimulai sejak sepekan lalu, kajian pembukaan tempat wisata, taman-taman kota, dan sebagainya.

Meski demikian, M Yasin, pola tata kehidupan baru terutama tetap menjaga kesehatan harus terus dilaksanakan. Karena bagaimanapun, menjaga kesehatan dan keselamatan bagi diri sendiri merupakan kebutuhan masyarakat yang harus dijaga.

"Untuk itu, marilah kita jaga bersama kesehatan dan keselamatan dengan tetap melaksanakan prokes ketat mencegah penularan corona," tutur Yasin. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved