Breaking News:

Berita Surabaya

29 Ribu Warga Surabaya Diusulkan Terima Bansos Lewat Aplikasi, Baru 6 Ribu yang Diterima

Berdasarkan catatan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, tak semuanya langsung diterima sebagai penerima bansos.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Rahadian Bagus
Surya/Bobby Koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan bantuan sembako kepada warga. 

SURYA.co.id|SURABAYA – Terobosan Pemkot Surabaya untuk melibatkan masyarakat ikut mengusulkan calon penerima bansos mendapat antusias. Hingga Jumat (10/9/2021), sudah ada 29.284 usulan dari warga yang masuk lewat laman: https://usulbansos.surabaya.go.id/.

Berdasarkan catatan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, tak semuanya langsung diterima sebagai penerima bansos. Bahkan, sudah ada 11.546 yang ditolak oleh system.

Kemudian, baru 6.187 usulan yang diterima dan sebanyak 11.551 usulan belum verifikasi. ”Berdasarkan catatan kami, sudah lebih dari 11 ribu usulan yang ditolak,” kata Kepala Diskominfo Surabaya, M Fikser, Sabtu.

Fikser menjelaskan bahwa ada sejumlah alasan aplikasi langsung menolak usulan tersebut. Di antaranya, warga yang bersangkutan merupakan telah terdaftar sebagai warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sehingga, telah masuk dalam usulan intervensi yang akan dilakukan pemerintah. Warga MBR telah masuk dalam penerima bansos dari Kementerian Sosial, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kota.

Baik melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), maupun Bantuan Pangan non Tunai (BPNT). ”Sistem di aplikasi terintegrasi dengan data penerima PKH, BST, maupun BPNT,” kata Fikser.

”Sehingga, ketika nama atau data warga yang diusulkan telah masuk dalam data penerima (bantuan sebelumnya) maka secara otomatis (usulan) ditolak system,” lanjutnya.

Sedangkan data yang masuk dalam verifikasi untuk saat ini tengah di survey. ”Petugas memastikan bahwa data yang disampaikan benar adanya dan yang diusulkan memang berhak mendapat bantuan,” katanya.

Bagi usulan yang diterima telah masuk dalam proyeksi penerima bantuan dari pemerintah. Baik bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Pihaknya pun berterimakasih dengan besarnya animo masyarakat yang memberikan usulan melalui aplikasi tersebut. Pemkot memastikan akan terbuka dan konsisten untuk memperbaharui data calon penerima bansos.

Sesuai dengan tujuan dari adanya aplikasi ini yang ingin memudahkan warga untuk mengusulkan warga yang berhak menerima bansos. Sehingga, bantaun bisa semakin luas.

Selama ini, bansos dari Pemkot Surabaya telah menjangkau PKL, tukang becak, penambal ban, yatim piatu korban Covid-19 dan beberapa warga lainnya yang terdampak Covid-19. Ribuan paket sembako pun telah disalurkan.

Rinciannya: Juli (9.220 orang), Agustus tahap pertama (11.095 orang), dan Agustus tahap kedua (dari 13-19 Agustus) sebanyak 9.946 orang. (bob)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved