Minggu, 19 April 2026

Sosok Lettu Asdar Pelatih Secapa AD yang Bertugas Meski Stroke, Jenderal Andika Perkasa Bertindak

Inilah sosok Lettu Asdar, pelatih di Secapa AD yang tetap semangat menjalankan tugasnya meski mengalami stroke.

Youtube TNI AD
Sosok Lettu Asdar Pelatih Secapa AD yang Tetap Bertugas Meski Stroke 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Inilah sosok Lettu Asdar, pelatih di Secapa AD yang tetap semangat menjalankan tugasnya meski mengalami stroke.

Melihat kondisi Lettu Asdar, Jenderal Andika Perkasa sebagai pimpinan pun tak tinggal diam.

Jenderal Andika Perkasa langsung memerintahkan Lettu Asdar mendapatkan perawatan intensif agar pulih dari penyakit stroke yang diderita.

"Saya ingin memang dikirim ke (RSPAD) kalau memang berdasarkan Kepala Pusat Kesehatan TNI AD (harus dirawat), dirawat di RSPAD kalau memang di RS Yudistira (kurang fasilitas perawatan)," kata Jenderal Andika Perkasa dalam tayangan di channel youtube TNI AD.

Jenderal Andika Perkasa juga memotivasi Lettu ARM Asdar agar punya semangat yang gigih untuk pulih kembali dari penyakit stroke ringan yang diderita Asdar.

Baca juga: Tren Kasus Harian Covid-19 Menurun, Jenderal Andika Perkasa Beri Arahan Terbaru untuk Vaksinasi

"Harus sehat, dan tanya (ke dokter) apa penyebabnya agar jangan terulang lagi penyakitnya," kata Kasad Jenderal Andika Perkasa kepada Lettu Asdar.

Komandan Secapa AD Mayjen TNI Ferry Zein menyebutkan Kasad Jenderal Andika Perkasa sangat peduli terhadap SDM yang ada di Secapa AD.

"Bapak Kasad sangat peduli dan meminta kami mengobati Lettu Asdar, membawa ke RSPAD.

Karena yang bersangkutan ini adalah pelatih yang baik. Bapak Kasad memerintahkan agar diobati sampai tuntas," kata Mayjen Ferry Zein.

Lettu Asdar merasa bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Kasad Jenderal Andika Perkasa untuk pengobatan stroke ringan yang diderita Asdar.

"Alhamdulillah, bersyukur, Bapak Kasad, beliau memerhatikan. Disuruh berobat ke RSPAD," ujar Lettu Asdar.

Guru Militer Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) Mayor Inf Suprani menyebutkan Lettu Asdar merupakan salah satu pelatih yang memiliki semangat tinggi.

Bahkan, kata dia, dalam kondisi tersebut Lettu Asdar masih tetap semangat menjalankan tugas.

Berikut video selengkapnya: LINK

Jenderal Andika Perkasa Gerak Cepat Evakuasi 2 Anak Buahnya

Sebelumnya, Jenderal Andika Perkasa langsung gerak cepat mengevakuasi dua anak buahnya yang ditembak KKB Papua.

Kedua prajurit TNI AD tersebut adalah Lettu Inf Sukma dan Praka Abdul Hamid.

Mereka adalah anggota Yonif Raider Khusus (RK) 751/Vira Jaya Sakti.

Lettu Inf Sukma dan Praka Abdul Hamid mengalami luka tembak ketika baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga.

Mereka mendapatkan tindakan pertama di RSUD Timika.  

Melansir dari channel youtube TNI AD, sesuai arahan Jenderal Andika Perkasa, keduanya diterbangkan dari Papua untuk dievakuasi ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.   

Saat ini kondisi Lettu Inf Sukma, yang mengalami luka tembak dibagian tulang frontal kanan, serta patah di salah satu jari tangan sebelah kiri, sedangkan Praka Abdul Hamid mengalami luka di bagian perut bawah, kedua dalam kondisi stabil dan baik.

“Jadi kejadian tanggal 13, tenaga kesehatan melakukan long darlap di pos Mapenduma setelah menghubungi kami, akhirnya memutuskan untuk melakukan long darlap.

Long darlap keadaannya stabil, cuma karena ada luka tembak kami putuskan evakuasi dan jalur paling terdekat di RSUD Timika.

Lettu Inf Sukma tidak dilakukan tindakan operasi pemantauan kondisi dan keterbatasan dari pihak sana karena tidak ada ICU.

Kalau untuk Praka Abdul Hamid, dia dilakukan tindakan operasi.

Kenapa kita rujuk kesini, untuk mencegah penurunan kondisi atau pun hal yang tidak diinginkan,” ungkap Letda Ckm dr. Andreas, Dokter Satgas Yonif Khusus 751/VJS.   

Setelah dilakukan observasi dan pemeriksaan awal oleh tim dokter RSPAD Gatot Soebroto, kedua prajurit TNI AD tersebut dalam kondisi stabil, dan baik.

Mayor Ckm dr. Yulius Seno, dokter spesialis bedah saraf RSPAD, menyampaikan bahwa kondisi Praka Abdul Hamid baik.

Dan untuk Lettu Inf Sukma diputuskan untuk tidak dilakukan operasi pada bagian kepala karena itu hanya serpihan peluru dan hanya perlu mendapatkan penanganan serta pengawasan secara intens dari seluruh tim dokter.    

“Tadi kita evaluasi juga, jadi yang ada disini itu bukan peluru tapi serpihan peluru ukurannya dua mili kecil sekali, karena terlalu kecil tapi klinis pasiennya bagus otaknya juga tenang, bisa berfungsi ambil serap darahnya sendiri, kalau operasi saya kerjakan resikonya besar sekali, maka kita tidak operasi tapi kita observasi,” ujar Mayor Ckm dr. Yulius Seno.   

Diharapkan dengan dukungan keluarga, serta perawatan secara intens dari tim dokter RSPAD Gatot Soebroto.

Dapat mempercepat proses penyembuhan, sehingga bisa kembali bertugas menjaga dan mengabdi kepada bangsa Indonesia. 

Berikut video selengkapnya: LINK

Ikuti Berita Lainnya Seputar Jenderal Andika Perkasa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved